Penyerang berusia 19 tahun itu saat ini tengah meniti karier bersama KRC Genk, klub Belgia yang dikenal produktif melahirkan pemain berbakat.
- Instagram @robin.mirisola
Fakta bahwa ia memiliki darah Yogyakarta dari sang ibu membuat namanya semakin relevan dalam pembahasan potensi naturalisasi.
Genk menunjukkan keseriusan mereka terhadap perkembangan Mirisola dengan memberinya kontrak hingga 30 Juni 2030. Kepercayaan itu bukan tanpa dasar.
Di musim 2025/2026, ia telah mencatatkan 12 penampilan di Liga Belgia dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Ia juga sempat tampil dua kali di ajang UEFA Europa League dengan total 34 menit bermain.
Berdasarkan laporan media Belgia dan situs resmi klub, Mirisola memang masuk dalam rencana pengembangan lini depan Genk musim ini.
Ia beberapa kali dipercaya tampil, termasuk saat tim melakukan rotasi di tengah jadwal padat.
Sebelum promosi ke tim utama, Mirisola lebih dulu menunjukkan performa stabil bersama Jong Genk.
Pada musim 2024/2025, ia mencetak enam gol dan tiga assist dari 16 laga. Musim sebelumnya, ia membukukan empat gol dan dua assist dari 23 pertandingan.
Secara keseluruhan, ia mengoleksi 48 pertandingan bersama Jong Genk dengan torehan 11 gol dan lima assist.
- Instagram/Robin Mirisola
Setelah naik ke tim utama, ia sudah mengantongi 16 penampilan dengan satu gol dan satu assist. Grafik performanya menunjukkan perkembangan bertahap yang konsisten.
Mirisola dikenal sebagai penyerang dengan karakter defensive forward. Ia aktif melakukan pressing, membantu build-up, serta tidak hanya menunggu peluang di dalam kotak penalti.
Mobilitas dan etos kerjanya menjadi nilai tambah tersendiri. Dalam proses perkembangannya, ia sempat dimainkan di beberapa posisi sebelum akhirnya difokuskan sebagai penyerang tengah.
Selain karier klub, ia juga memiliki pengalaman internasional bersama tim nasional Belgia kelompok usia, mulai dari U-16 hingga U-19, termasuk empat caps di level U-19.
Hingga Februari 2026, belum ada pernyataan resmi terkait rencana naturalisasi atau komunikasi formal dengan pihak Indonesia.
Statusnya masih sebatas potensi berdasarkan latar belakang keturunan dan regulasi yang memungkinkan.
Namun dengan usia yang masih 19 tahun, kontrak jangka panjang di Genk, serta pengalaman mencicipi kompetisi Eropa, Mirisola menjadi salah satu nama yang layak dipantau John Herdman untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia di masa depan.
Jika peluang itu benar-benar terbuka, ia bisa menjadi bagian dari generasi baru Garuda—melengkapi proyek regenerasi yang tengah dibangun. (asl)