news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Saint Kitts and Nevis, lawan Timnas Indonesia di FIFA Series.
Sumber :
  • St. Kitts and Nevis Football Association

6 Fakta Menarik Soal Saint Kitts and Nevis, Negara Concacaf Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Inilah deretan fakta menarik mengenai tim nasional Saint Kitts and Nevis, lawan Timnas Indonesia dalam laga perdana FIFA Series yang berlangsung pada 27 Maret.
Selasa, 24 Maret 2026 - 16:01 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis, negara dari Kepulauan Karibia dalam agenda perdana FIFA Series 2026.

Tidak sedikit dari penggila bola tanah air yang masih awam mengenai Saint Kitts and Nevis. Padahal, kiprahnya di level internasional tidak bisa dipandang sebelah mata.

Tinggal dalam hitungan hari, Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series 2026. Anak asuh John Herdman akan terlebih dahulu menghadapi Saint Kitts and Nevis.

Saint Kitts and Nevis datang mewakili Concacaf atau Konfederasi Amerika Utara. Di ranking FIFA, The Sugar Boyz perlahan naik ke urutan 154 dunia.

Meski banyak yang asing dengan nama Saint Kitts and Nevis, namun negara kecil dari Pulau Karibia ini ternyata punya ikatan yang cukup dalam dengan sepak bola Indonesia.

Salah satunya adalah legenda hidup mereka Keith Kayamba Gumbs yang ternyata sangat dikenang oleh publik tanah air karena pernah memperkuat Sriwijaya FC.

Berikut ini fakta menarik dari Saint Kitts and Nevis, lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.

Saint Kitts and Nevis, lawan Timnas Indonesia di FIFA Series
Sumber :
  • St. Kitts and Nevis Football Association

1. Jumlah Penduduk Lebih Sedikit dari Kapasitas Stadion GBK

Kapasitas Stadion GBK, Jakarta yakni 60-70 ribu penonton ternyata masih jauh lebih banyak daripada total penduduk Saint Kitts and Nevis yang hanya 47 ribu jiwa.

FIFA bahkan sampai menyoroti bagaimana negara kecil seperti Saint Kitts and Nevis akan bertanding di Stadion GBK yang punya kapasitas sangat besar.

“Seluruh populasi Saint Kitts and Nevis akan bisa masuk di dalam Stadion Gelora Bung Karno yang impresif di Jakarta, tempat ketika mereka akan menghadapi tuan rumah Indonesia dalam FIFA Series mendatang,” kata FIFA.

2. Tiga Kali Ganti Pelatih dalam 4 Tahun Terakhir

Bisa dibilang ketidakstabilan tengah melanda The Sugar Boyz, di mana dalam dua tahun terakhir sudah ada tiga pelatih berbeda yang menukangi negara itu.

Saat ini, komando kepelatihan dipegang oleh Marcelo Serrano, pelatih asal Brasil yang dipercaya menukangi Saint Kitts and Nevis sejak 4 Februari 2026.

Sebelumnya, Marcelo Serrano berpengalaman sebagai asisten pelatih di tim nasional Brasil U-17, Amerika Serikat U-17 serta beberapa klub lainnya.

3. Legenda Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs Jadi Top Skor Sepanjang Masa

Penggemar sepak bola Indonesia era 2000-an pasti langsung teringat akan striker Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs jika membahas negara Saint Kitts and Nevis.

Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Di negaranya, Keith Kayamba Gumbs memang telah dinobatkan sebagai top skor sepanjang masa dengan 24 gol.

Gelontoran gol yang disumbangkan Keith Kayamba Gumbs untuk Saint Kitts and Nevis terjadi dalam kurun waktu 18 tahun, sejak debut pada 1993 hingga 2011.

4. Timnas Indonesia Jadi Lawan dari Benua Asia Pertama

Setelah mengintensifkan perkembangan sepak bola mereka hingga ke luar benua Amerika, Saint Kitts and Nevis lebih sering berkunjung ke Eropa.

Armenia, Georgia hingga Estonia jadi lawannya. Selebihnya, The Sugar Boyz hanya pernah melawat ke negara-negara sekitar dalam turnamen Concacaf.

Oleh karenanya, lawatan ke Jakarta jumpa Timnas Indonesia menjadi yang pertama bagi mereka, meskipun sang legenda Keith Kayamba Gumbs lama berkarier di tanah air.

5. Sang Kapten Berpengalaman di Liga Inggris 

Romaine Sawyers, gelandang veteran Saint Kitts and Nevis saat ini memang tanpa klub, namun pengalamannya di Premier League tidak bisa dianggap remeh.

Punya garis keturunan Inggris, Romaine Sawyers pernah menjadi pilar di lini tengah West Bromwich Albion, Stoke City, Cardiff City, Wimbledon, serta Bristol Rovers.

Lulus dari akademi West Bromwich Albion, Romaine Sawyers bahkan tidak sekalipun bermain untuk klub asli dari Saint Kitts and Nevis sepanjang kariernya.

6. Pernah Sampai ke Posisi 73 FIFA 

Meski telah berpartisipasi dalam laga resmi FIFA sejak 1938, namun kiprah Saint Kitts and Nevis di level internasional baru mencuat saat jadi runner-up Piala Karibia 1997. 

Puncaknya adalah pada 2016 ketika Saint Kitts and Nevis bertengger di urutan 73 FIFA, pencapaian terbaik mereka sampai beberapa tahun kemudian.

Pada 2023, Saint Kitts and Nevis untuk kali pertama lolos ke Piala Emas Concacaf, namun mereka hanya finis sebagai juru kunci usai menelan tiga kekalahan di fase grup.

(han)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral