- ANTARA FOTO/Fauzan
Bikin Nyesek! 2 Alasan Mengapa Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Bulgaria di Final FIFA Series 2026
tvOnenews.com - Pertandingan final turnamen persahabatan internasional FIFA Series 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Bulgaria berakhir dengan kedudukan tipis.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Skuad Garuda harus menelan pil pahit setelah takluk dengan skor 0-1 dari tim tamu asal Eropa tersebut.
Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga sarat gengsi ini lahir dari eksekusi penalti Marin Petkov di babak pertama.
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Meski Skuad Garuda asuhan pelatih John Herdman menunjukkan permainan yang sangat menjanjikan dan spartan, ada beberapa faktor krusial yang membuat kemenangan belum berpihak pada Indonesia.
Inilah dua alasan utama mengapa Timnas Indonesia tak bisa menang atas Bulgaria dalam laga puncak di FIFA Series 2026.
1. Eksekusi peluang yang kurang maksimal
- ANTARA FOTO/Fauzan/hma/bar
Alasan pertama yang cukup disayangkan oleh para pendukung Garuda adalah efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi gol.
Dari segi jalannya pertandingan, Timnas Indonesia sebenarnya tampil sangat luar biasa dan dominan. Skuad Garuda tercatat menguasai penguasaan bola hingga 56% berbanding 44% milik Bulgaria.
Namun, dominasi penguasaan bola tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan di sepertiga akhir lapangan.
Bulgaria justru tampil jauh lebih efektif dan piawai dalam mengalirkan bola serta membuat peluang berbahaya.
Sepanjang 90 menit laga berjalan, tim tamu mampu melepaskan 4 tembakan tepat sasaran (shot on target), sementara Timnas Indonesia hanya mampu mencatatkan 1 tembakan tepat sasaran.
Minimnya ancaman bersih ke gawang lawan membuat Indonesia gagal mencetak gol penyeimbang.
2. Petaka di kotak terlarang
- Instagram/timnasindonesia
Alasan kedua yang menjadi penentu hasil akhir laga ini adalah terjadinya pelanggaran fatal di area kotak penalti Indonesia.
Kejadian ini bermula di menit ke-35 babak pertama ketika bek andalan Indonesia, Kevin Diks, berupaya menghentikan pergerakan pemain menyerang Bulgaria.
Wasit yang memimpin jalannya pertandingan tidak langsung menunjuk titik putih, melainkan harus meninjau tayangan ulang melalui asisten wasit video atau Video Assistant Referee (VAR).