- tvonenews.com - Ilham Giovani
Bicara Jujur, Erick Thohir Ungkap Alasan Pilih Perancis untuk Kembangkan Sepak Bola Putri Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - PSSI terus mencari terobosan baru dalam mendorong kemajuan sepak bola putri Indonesia. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah menjalin kerja sama internasional dengan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF).
Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan dua federasi sepak bola, tetapi juga didukung oleh Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. Sinergi tiga pihak ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelas dunia.
Melalui program tersebut, para pemain putri Indonesia akan mendapatkan kesempatan langka untuk merasakan atmosfer pelatihan di Eropa. Mereka dijadwalkan menjalani program pengembangan di Clairefontaine, pusat pelatihan elite di Prancis yang dikenal melahirkan banyak pesepakbola top dunia.
Clairefontaine sendiri bukan tempat sembarangan dalam dunia sepak bola. Fasilitas ini telah menjadi kawah candradimuka bagi sejumlah pemain besar sebelum mereka mencapai puncak karier profesionalnya.
Dalam tahap awal program, PSSI akan memberangkatkan total 28 delegasi ke Perancis. Rombongan ini terdiri dari 20 pemain, termasuk pilar Timnas Putri Indonesia U-17, serta delapan ofisial.
Kehadiran para pemain muda ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas teknik dan mental bertanding. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga untuk perkembangan karier ke depan.
Meski turut serta dalam rombongan, pelatih Timnas Putri Indonesia U-17, Timo Scheunemann, tidak akan turun langsung menangani tim selama di sana.
Diketahui bahwa para pemain akan dilatih langsung oleh pelatih asal Prancis yang memiliki standar pembinaan Eropa dan para ofisial hanya bertugas mendampingi serta menyerap ilmu dari sistem kepelatihan yang melahirkan sosok bintang seperti Kylian Mbappe.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan alasan di balik pemilihan Perancis sebagai mitra utama dalam program ini. Ia menilai negara tersebut memiliki komitmen kuat dalam diplomasi olahraga serta menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender
Ia menambahkan bahwa kualitas sepak bola Prancis juga menjadi pertimbangan utama dalam menjalin kerja sama ini. Pengalaman negara tersebut sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia dinilai sangat relevan untuk pembinaan pemain muda Indonesia.
"Perancis ingin mendorong diplomasi olahraga karena hal itu sangat bagus untuk fondasi hubungan kerja sama olahraga. Di dalamnya juga ada pesan kesetaraan gender, bahwa perempuan harus diberi kesempatan yang sama," ujar Erick, Rabu (15/4/2026).
"Dengan tawaran dari FFF yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia dan pernah menjadi juara dunia, kami membuka kesempatan untuk mengembangkan para pemain muda ini ke skala yang lebih besar, dengan basis pengembangan sepak bola putri di Clairefontaine," tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari agenda penting negaranya. Ia menyebut bahwa kesetaraan dalam olahraga, khususnya sepak bola, menjadi salah satu prioritas utama Perancis.
"Ini merupakan prioritas bagi Prancis, kesetaraan dalam olahraga, terutama kesetaraan dalam sepak bola. Oleh karena itu, kami sangat senang bekerja sama dengan Indonesia karena kami memiliki tujuan yang sama persis. Jadi, pada dasarnya, mengidentifikasi pemain muda perempuan dan kemudian mereka akan dikirim ke Clairefontaine, pusat latihan sepak bola kami, di mana mereka akan dilatih," kata Penone.
Ia juga memastikan bahwa program ini bukan sekadar proyek jangka pendek. Ke depan, Perancis berencana memperluas kerja sama guna memberikan dampak yang lebih besar bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
"Kami ingin mendukung, melatih, dan membantu mengidentifikasi pemain perempuan muda terbaik Indonesia. Ini hanyalah langkah pertama dan kami akan memperluasnya di masa depan," sambung Dubes Perancis tersebut.
Erick Thohir turut menyoroti bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan kelanjutan dari pembinaan yang telah berjalan sebelumnya. Selama dua hingga tiga tahun terakhir, PSSI bersama pihak swasta telah aktif menjaring talenta muda dari berbagai daerah.
Program tersebut, yang melibatkan MilkLife dan Hydroplus, bahkan berhasil mengidentifikasi hampir 40.000 pesepakbola putri muda di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa potensi sepak bola putri nasional sangat besar dan layak dikembangkan lebih jauh.
Dengan dasar tersebut, Perancis dinilai sebagai mitra yang tepat untuk membawa pembinaan ke level berikutnya. Dukungan infrastruktur, sistem pelatihan, serta pengalaman internasional menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi.
Di sisi lain, Perancis memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sepak bola dunia. Negara tersebut pernah menjadi lokasi berdirinya kantor pertama FIFA pada 1904 serta menjadi tuan rumah Piala Dunia 1938.
Rekam jejak itu semakin menguatkan posisi Perancis sebagai mitra strategis bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, diharapkan sepak bola putri Tanah Air mampu berkembang lebih pesat dan bersaing di panggung global.
(igp/rda)