Cerita Shin Tae-yong di Balik Kemenangan Bersejarah Korea Selatan atas Jerman, Ternyata Kuncinya Cuma Satu
- koreaherald, aljazeera, newstraittimes
tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang saat itu juga menangani Korea Selatan, kembali mengenang salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya, yakni kemenangan atas Jerman di Piala Dunia 2018.
Pada ajang Piala Dunia 2018, Korea Selatan tampil mengejutkan di laga terakhir Grup F yang digelar di Kazan Arena, Rabu 27 Juni 2018. Menghadapi Jerman, Taeguk Warriors berhasil meraih kemenangan 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung dramatis.
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Jerman yang harus tersingkir sebagai juru kunci klasemen. Sementara itu, meskipun berhasil menang, Korea Selatan tetap tidak mampu melangkah ke babak 16 besar.
- Instagram @shintaeyong7777
Di bawah arahan Shin Tae-yong, Korea Selatan tampil berani menghadapi permainan cepat Jerman. Sejak awal laga, tim asuhan Joachim Löw kesulitan mengembangkan permainan.
Penampilan gemilang kiper Cho Hyun-Woo menjadi salah satu kunci yang menggagalkan sejumlah peluang Jerman.
Hingga akhirnya, Korea Selatan mampu memanfaatkan situasi saat lawan mulai frustrasi dan mencetak dua gol di masa injury time melalui Kim Young-gwon (90+1) dan Son Heung-min (90+5).
Meski berhasil menumbangkan juara bertahan, Korea Selatan tetap harus angkat koper lebih awal dari turnamen tersebut.
Setelah tidak lagi menangani Timnas Indonesia sejak awal 2025, Shin Tae-yong diketahui masih sering berada di Indonesia untuk mengurus STY Football Academy serta beberapa kerja sama lain.
Ia juga sempat terlihat menghadiri pertandingan antara Persija Jakarta vs Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS), yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi terkait masa depannya di sepak bola Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan, Shin Tae-yong kembali menceritakan proses di balik kemenangan bersejarah tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
"Itu salah satu pencapaian terbesar karena waktu itu Korea Selatan FIFA Rankingnya 59, kalau Jerman FIFA ranking nomor satu waktu itu, dan itu pun kita kalahkan bukan di uji coba, tapi pertandingan Piala Dunia. Jadi itu pencapaian terbesar," ungkap Jeje menerjemahkan pernyataan STY dilansir dari Youtube VINDES.
Load more