- instagram Dean James
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate
Jakarta, tvOnenews.com - Keinginan NAC Breda hanya satu, mengulang pertandingan tim melawan Go Ahead Eagles yang memainkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James. Namun bagi KNVB, skandal Paspoortgate menjadi ancaman dengan efek domino yang mengancam Liga Belanda.
Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Dalam sidang terkait skandal Paspoortgate, NAC Breda tetap bersikeras agar pertandingan melawan Go Ahead Eagles yang berakhir dengan kekalahan 0-6 harus diulang atau dinyatakan tidak sah.
Klub asal Breda itu merasa dirugikan karena menilai bek Go Ahead Eagles, Dean James, tidak memiliki status sah untuk bermain.
Sebagai pemain yang kini berstatus sebagai internasional Indonesia, James disebut tidak lagi memiliki izin kerja yang valid di Belanda, sehingga keikutsertaannya dalam laga tersebut dipertanyakan.
Dilansir dari laman Sport Nieuws, dalam persidangan, kuasa hukum NAC Breda menegaskan bahwa inti persoalan ini adalah penerapan aturan yang konsisten.
“Ini tentang penerapan aturan secara konsisten. Jika ada penyimpangan, maka akan muncul ketidakadilan,” tegasnya di hadapan hakim.
NAC bahkan mengungkit kasus serupa pada 2018 sebagai preseden. Saat itu, pemain Jong Ajax, Teun Bijleveld, tetap dimainkan meski berstatus terkena sanksi.
Federasi akhirnya memutuskan pertandingan tersebut diulang. Menurut pihak NAC, kebijakan itu seharusnya menjadi standar yang juga diterapkan dalam kasus saat ini.
“Keputusan untuk mengulang pertandingan dalam kasus sebelumnya tidak pernah dibantah oleh KNVB,” lanjut pengacara NAC memperkuat argumennya.
Namun di sisi lain, KNVB tetap bergeming dengan sikapnya. Federasi sepak bola Belanda itu menilai kasus ini tidak sesederhana satu pertandingan saja, melainkan ancaman efek domnino karena memiliki dampak luas terhadap keseluruhan kompetisi.
“Tidak ada situasi standar dalam kasus ini. Ada jauh lebih banyak yang dipertaruhkan daripada satu pertandingan. Ini menyangkut banyak pemain di Eredivisie, divisi satu, hingga liga wanita,” ujar perwakilan KNVB.
Pihak federasi juga menegaskan bahwa keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan matang demi menjaga stabilitas kompetisi. Mereka khawatir jika tuntutan NAC dikabulkan, maka akan memicu gelombang gugatan dari klub lain.