- Go Ahead Eagles
Masih Berlanjut, Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia Bisa Bikin Eredivisie Kacau Balau
tvOnenews.com – Isu paspor dan status kewarganegaraan para pemain keturunan Indonesia yang kini membela Timnas Indonesia dan merumput di Eredivisie diprediksi bakal memberikan efek domino yang luar biasa terhadap jalannya kompetisi kasta tertinggi di Negeri Kincir Angin tersebut.
Seorang pengacara olahraga internasional Israel Ajoje menyoroti kasus panas yang kini tengah diperjuangkan klub NAC Breda di meja hijau.
Masalah bermula dari status kewarganegaraan pemain yang otomatis berubah setelah mereka memilih untuk membela Timnas Indonesia di kancah internasional.
- Go Ahead Eagles
Ajoje menjelaskan bahwa hukum di Belanda sangat ketat dan tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda bagi negara non-Uni Eropa (UE), termasuk Indonesia dan Suriname.
“Hukum Belanda jelas tidak mengizinkan individu untuk memiliki kewarganegaraan ganda dengan negara-negara non-Uni Eropa," jelasnya dikutip tvOnenews.com melalui akun X pribadinya @israel_ajoje, Minggu (3/5/2026).
"Jika ada pemain yang memilih mewakili negara-negara tersebut, mereka akan menerima paspor baru dan secara otomatis kehilangan paspor Belanda mereka,” tambahnya.
Masalah krusial muncul saat seorang pemain kehilangan paspor Belanda-nya.
Secara hukum, sang pemain berubah status menjadi warga negara non-UE dan wajib mengantongi izin kerja untuk bisa berlatih maupun bertanding secara legal di Liga Belanda.
Krisis ini mencuat setelah NAC Breda menyeret kasus ini ke pengadilan di Utrecht pasca kekalahan telak 6-0 dari Go Ahead Eagles Maret lalu.
Pihak NAC Breda menemukan fakta mengejutkan bahwa bek keturunan Indonesia Dean James diduga bermain tanpa izin kerja yang sah dalam laga tersebut.
- Facebook - Go Ahead Eagles
Banyak pihak menilai klub-klub di Belanda gagal menyadari bahwa izin kerja menjadi syarat mutlak ketika pemain mereka memutuskan untuk membela negara luar seperti Indonesia, Suriname, atau Curaçao.
Dampak dari keputusan pengadilan yang dijadwalkan keluar pada 4 Mei mendatang disebut-sebut bakal mengguncang kestabilan liga.
Israel Ajoje mencatat ada sekitar 133 pertandingan Eredivisie musim 2025/2026 yang melibatkan setidaknya 11 pemain dengan status serupa.