news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dean James.
Sumber :
  • Facebook - Go Ahead Eagles

Alasan Hakim Tolak Tuntutan NAC Breda Walau Buktikan Dean James Tidak Sah Bela Go Ahead Eagles

NAC Breda tetap dinyatakan kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles dan permintaan untuk pertandingan ulang atau menang WO ditolak oleh Pengadilan Utrecht. Dengan putusan ini, NAC Breda pun dinyatakan kalah dari KNVB. 
Senin, 4 Mei 2026 - 19:10 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hakim Pengadilan Utrecht resmi menolak tuntutan NAC Breda walau pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James terbukti tidak sah membela Go Ahead Eagles dalam sidang putusan yang digelar Senin (4/5/2026). 

NAC Breda tetap dinyatakan kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles dan permintaan untuk pertandingan ulang atau menang WO ditolak oleh Pengadilan Utrecht. Dengan putusan ini, NAC Breda pun dinyatakan kalah dari KNVB. 

Kalah di dalam dan di luar lapangan bagi NAC Breda menjadi pukulan telak dengan status tim yang hampir terdegradasi ke Eerste Divisie musim depan. 

Dilansir dari laman Breda Vandaag, hakim memiliki alasan sendiri untuk menolak gugatan NAC Breda. Menurut putusan, KNVB berhakmenentukan bahwa pertandingan tersebut perlu diulang atau tidak. 

"Keputusan tentang apakah pertandingan perlu diulang tau tidak hanya dimabil setelah keputusan pertandingan tersebut tidak sah," tulis laporan Breda Vandaag, dikutip Senin (4/5/2026). 

Berdasarkan peraturan, dewan kompetisi dapat menyatakan pertandingan tersebut tidak sah. Penggunaan kata 'dapat' ini menunjukkan bahwa dewan kompetisi memiliki wewenang diskresioner untuk memutuskan apakah suat pertandingan dinyatakan sah atau tidak. 

"Dalam kasus ini, KNVB dapat dan diizinkan untuk mengambil keputusan untuk tidak menyatakan pertandingan tersebut tidak sah," lanjut laporan tersebut. 

"Karena pertandingan tersebut tidak tidak sah, maka pertanyaan kedua tidak muncul: pertanyaan tentang apakah pertandingan tersebut harus diulang. Oleh karena itu, fakta bahwa NAC berada di zona degradasi tidak relevan di sini," lanjut laporan itu. 

Hakim dilaporkan mengambil keputusan bukan tanpa sebab. Pertimbangan efek domino dengan banyaknya pemain naturalisasi kelahiran Belanda dan tidak adanya regulasi jelas tentang pemain ini menjadi dasar keputusan itu. 

Hakim menilai KNVB telah cukup mempertimbangkan matang-matang keputusan itu. Fakta bahwa NAC Breda tidak didengarkan sebelum dewan keputusan membuat keputusan ini juga tidak menjadikan keputusan tersebut sebagai keputusan yang lalai. 

Dalam persidangan sebelumnya, KNVB turut mengungkapkan bahwa ada 133 pertandingan terdampak dengan kehadiran banyaknya pemain naturalisasi kelahiran Belanda baik di level Eredisivie, Eerste Divisie, bahkan level junior dan kompetisi putri. 

"Menurut KNVB, pemain yang tidak memenuhi syarat telah berpartisipasi dalam 133 pertandingan Eredivisie musim ini," lanjut laporan tersebut. 

"Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa KNVB membuat pilihan yang berbeda, meskipun belum pasti berapa banyak permintaan untuk menyatakan pertandingan tidak sah dan mengulanginya akan ditindaklanjuti," katanya.

Hakim menilai bahwa keputusan dewan kompetisi untuk menolak pertandingan ulang sudah tepat mengingat NAC adalah kasus individual. 

"Sebagian karena alasan ini, menurut hakim, tidaklah tidak wajar bagi dewan kompetisi untuk mempertimbangkan konsekuensi yang berpotensi signifikan bagi kompetisi, yang hampir berakhir, lebih berat daripada kepentingan NAC untuk mengulang pertandingan," tutup laporan tersebut. (hfp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
00:58
00:49
04:00
02:43
01:22

Viral