- instagram Dean James
Instan Karma untuk NAC Breda setelah Perkarakan Pemain Timnas Indonesia Dean James: Kalah di Pengadilan dan Terancam Degradasi
tvOnenews.com – Klub NAC Breda secara resmi dinyatakan kalah dalam proses persidangan singkat di pengadilan Utrecht terkait kasus paspor bek Timnas Indonesia Dean James Senin (4/5/2026).
Hakim yang menangani putusan sementara tersebut menolak pengaduan NAC Breda dan memutuskan bahwa pertandingan antara Go Ahead Eagles melawan NAC pada Maret 2026 lalu tetap sah. Dengan demikian, tuntutan agar laga tersebut diulang resmi ditolak mentah-mentah.
"NAC akan terlebih dahulu mempelajari putusan tersebut dan mendiskusikannya lebih lanjut dengan para penasihatnya sebelum membuat pengumuman lebih lanjut," dilansir tvOnenews.com dalam laman resmi NAC Breda, Senin (4/5/2026).
- Go Ahead Eagles
Sebelumnya, NAC Breda bersikeras bahwa kekalahan telak 0-6 mereka dari Go Ahead Eagles harus dibatalkan.
Mereka mengklaim memiliki bukti kuat bahwa Dean James kehilangan hak bermainnya di Belanda sesaat setelah menukar paspor Belanda miliknya menjadi paspor Indonesia.
Meskipun jaksa sepak bola profesional sempat memberikan sinyal setuju dari sisi hukum, namun hakim menilai tidak ada urgensi yang cukup kuat untuk mengubah hasil pertandingan yang sudah berlalu.
Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Manajer Umum NAC Breda Remco Oversier. Padahal, ia berharap kemenangan di meja hijau bisa menghidupkan asa klubnya keluar dari zona degradasi.
Saat ini, NAC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen Eredivisie dengan koleksi 25 poin.
"Ini bukan tindakan yang simpatik. Tetapi saya berdiri di sini demi kepentingan NAC dan ingin mengikuti aturan," tegas Oversier saat memberikan pembelaan di pengadilan pekan lalu.
- PSSI
Di sisi lain, putusan ini disambut dengan napas lega oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB). Pihak federasi sebelumnya sempat dilanda kecemasan luar biasa jika NAC Breda memenangkan kasus ini.
Dewan kompetisi KNVB Marianne van Leeuwen mengungkapkan bahwa jika gugatan tersebut dikabulkan, maka akan terjadi "kiamat" administratif di Eredivisie.
Tercatat ada sekitar 133 pertandingan musim ini yang berpotensi dituntut untuk diulang karena melibatkan pemain dengan status serupa.
"Kami pikir kekacauan akan terjadi karena begitu banyak klub lain telah mengajukan keberatan. Jika NAC menang, kompetisi mungkin tidak dapat diselesaikan," ujar Van Leeuwen dalam persidangan.
Dengan penolakan ini, kompetisi Eredivisie dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal hingga akhir musim.
Sementara bagi NAC Breda, mereka kini harus berjuang mati-matian di dua laga tersisa tanpa bantuan "keajaiban" dari pengadilan untuk bisa bertahan di kasta tertinggi Liga Belanda.