- AFC
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, angkat bicara secara blak-blakan soal sistem babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Mantan juru taktik Australia itu menilai format yang diterapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sangat tidak adil, terutama bagi Timnas Indonesia.
Dalam sebuah video yang beredar luas di kanal YouTube The Howie Games, Arnold mengungkapkan rasa kekecewaannya secara gamblang. Ia menyebut bahwa ada perubahan aturan yang signifikan antara janji awal AFC dengan kenyataan di lapangan.
"Jujur, saya merasa play-off itu tidak adil, terutama dengan apa yang terjadi dengan tim Indonesia. Pada awal kualifikasi, kami diberitahu bahwa pertandingan play-off akan diadakan di tempat netral—tetapi ketika undian dilakukan, semuanya berubah, dan tim-tim yang berperingkat lebih tinggi menjadi tuan rumah," ungkap Arnold.
Padahal, jika aturan awal diterapkan secara konsisten, situasinya bisa sangat berbeda. Berdasarkan ranking FIFA saat penunjukan tuan rumah pada Juni 2025, Irak berada di peringkat ke-57, Arab Saudi di peringkat ke-58, dan Qatar di posisi ke-53, artinya Irak sejatinya memiliki ranking lebih baik dari Arab Saudi.
- REUTERS/Stringer
"Saya pikir kami akan menjadi tim tuan rumah karena Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Tetapi entah bagaimana, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah," lanjut Arnold dengan nada heran.
Kejanggalan tidak berhenti di sana. Arnold turut menyoroti bagaimana Timnas Indonesia mengalami tekanan luar biasa akibat jadwal yang sangat mepet dan perjalanan jauh sebelum pertandingan pertama mereka.
"Indonesia tiba pada hari Senin dan beberapa pemain mereka pada hari Selasa, kemudian mereka langsung bermain melawan Arab Saudi pada hari Rabu. Kami bermain melawan Indonesia pada hari Sabtu dan menang," bebernya.
Faktanya, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 dalam laga pembuka Grup B. Tiga hari berselang, skuad Garuda harus kembali berjuang melawan Irak pada 12 Oktober dan takluk dengan skor 0-1.
Sementara itu, kondisi Arab Saudi sebagai tuan rumah jauh lebih nyaman. Arnold menegaskan ketimpangan waktu istirahat yang diperoleh masing-masing tim menjadi keuntungan besar yang tidak seharusnya terjadi dalam kompetisi sekelas Kualifikasi Piala Dunia.