- Facebook/Iraq National Team - PSSI
Sebut Timnas Indonesia Dikerjai di Kualifikasi Piala Dunia, Graham Arnold Bongkar 'Borok' AFC
tvOnenews.com – Sebuah pernyataan mengejutkan keluar dari mulut pelatih Timnas Irak Graham Arnold. Dalam sebuah siniar bertajuk The Howie Games yang tayang di YouTube pada Kamis (30/4/2026), arsitek asal Australia tersebut blak-blakan menyebut Timnas Indonesia telah diperlakukan tidak adil dalam persaingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Arnold mengenang kembali momen pahit pada Oktober 2025 lalu, di mana Irak berada di satu grup bersama Arab Saudi dan Indonesia.
Meski Irak akhirnya berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off melawan UEA, Arnold merasa ada "tangan-tangan gaib" yang mengatur skenario demi menguntungkan pihak tertentu.
- instagram.com/graham_arnold_off
Salah satu yang disorot tajam oleh Arnold adalah perubahan aturan mendadak terkait penentuan posisi klasemen.
Arab Saudi lolos sebagai juara grup meski memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Irak, hanya karena unggul agresivitas gol (3-2).
"Aturan penentuan diubah menjadi jumlah gol terbanyak. Jadi, meskipun selisih gol dan poin sama, Arab Saudi lolos (langsung) karena mencetak lebih banyak gol dibanding kami," ujar Arnold kepada jurnalis Mark Howard.
Tak hanya soal aturan gol, Arnold membongkar kejanggalan dalam penunjukan tuan rumah.
Menurutnya sejak awal AFC menjanjikan putaran keempat akan digelar di tempat netral. Namun kenyataannya, Qatar dan Arab Saudi justru ditunjuk sebagai penyelenggara grup.
Arnold menilai keputusan ini sangat tidak masuk akal jika merujuk pada peringkat FIFA saat itu. Seharusnya, Irak yang berada di peringkat ke-57 lebih berhak menjadi tuan rumah dibandingkan Arab Saudi yang duduk di posisi ke-58.
"Entah bagaimana Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut. Saya harus mengatakan bahwa saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil," imbuh eks pelatih Timnas Australia tersebut.
- PSSI
Lebih lanjut, Arnold membeberkan betapa beratnya beban yang dipikul Skuad Garuda kala itu. Indonesia seolah "dihajar" oleh jadwal yang sangat tidak manusiawi.
Para pemain Garuda baru tiba di Arab Saudi pada hari Senin dan Selasa, namun sudah dipaksa bertanding melawan tuan rumah pada Rabu malam.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Arab Saudi yang mendapatkan keuntungan waktu istirahat sangat panjang.
"Setelah menghadapi Indonesia, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam hingga tujuh hari. Sedangkan Indonesia hanya diberikan jeda waktu tiga hari sebelum melawan kami (Irak). Mereka benar-benar dalam situasi yang luar biasa sulit," pungkas Arnold.
Kesaksian berani Graham Arnold ini seolah membenarkan kecurigaan publik selama ini mengenai adanya ketimpangan regulasi dan perlakuan AFC yang seringkali merugikan negara-negara dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.