- PSSI
Tolak Mentah-mentah Segrup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Media Vietnam: Bisa Jadi Batu Sandungan
tvOnenews.com - Hanya tinggal beberapa hari sebelum pengundian fase grup Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026 di Riyadh, perhatian mulai tertuju pada potensi kejutan dari tim-tim non-unggulan (termasuk Timnas Indonesia).
Sebanyak 24 tim peserta akan dibagi ke dalam enam grup, masing-masing berisi empat tim.
Setiap grup akan diisi oleh satu tim dari empat pot berbeda yang telah ditentukan berdasarkan peringkat FIFA terbaru.
Berdasarkan pembagian resmi, Indonesia yang kini berada di peringkat 122 dunia masuk ke Pot 4 bersama Kirgistan, Korea Utara, Kuwait, Singapura, serta Lebanon atau Yaman.
Meski berada di pot terbawah, media Vietnam Dan Viet justru menilai Indonesia sebagai salah satu ancaman serius, terutama bagi tim-tim Asia Tenggara.
Menurut mereka, peningkatan performa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa diabaikan, terutama setelah banyaknya pemain naturalisasi yang memperkuat skuad.
"Potensi bahaya tidak hanya datang dari atas, tetapi juga mengintai dari tim unggulan keempat," tulis Dan Viet.
"Dalam siklus sepak bola Asia Tenggara saat ini, kebangkitan Indonesia yang kuat tidak dapat disangkal."
"Indonesia berada di Pot 4, tetapi kekuatan mereka dengan skuad pemain naturalisasi berkualitas dapat dengan mudah mengejutkan tim mana pun di Pot 3," tambahnya.
Performa Indonesia memang menunjukkan tren positif, terutama sejak pembenahan besar-besaran di tubuh tim nasional, termasuk peningkatan kualitas pemain diaspora dan pengalaman internasional yang lebih matang.
Di sisi lain, Pot 1 dihuni oleh tim-tim elite Asia seperti Jepang, Iran, Korea Selatan, Australia, Uzbekistan, serta tuan rumah Arab Saudi.
Negara-negara ini secara konsisten tampil di level tertinggi, termasuk Piala Dunia.
"Mari kita lihat Pot 1: Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, dan tuan rumah Arab Saudi semuanya adalah tim-tim level Piala Dunia."
Sementara Pot 2 juga tak kalah berat, dengan kehadiran juara bertahan Qatar, Irak, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman, dan Suriah.
"Sementara itu, Pot 2 termasuk juara bertahan seperti Qatar dan tim-tim Asia Barat yang cerdik seperti Irak dan Yordania."
"Harus menghadapi dua lawan papan atas dari benua tersebut sejak babak penyisihan grup menciptakan tekanan yang sangat besar dalam hal poin dan selisih gol," tulis Dan Viet.
Salah satu skenario yang paling dikhawatirkan oleh media Vietnam adalah kemungkinan bertemunya Timnas Vietnam dengan Jepang, Irak, dan Indonesia dalam satu grup.
"Jika undian menempatkan Timnas Vietnam dalam grup bersama Jepang (Pot 1), Irak (Pot 2), dan Indonesia (Pot 4), itu benar-benar akan menjadi grup maut bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik," tulis Dan Viet.
Situasi tersebut dianggap sangat berat karena Vietnam harus menghadapi kombinasi kekuatan Asia Timur, Timur Tengah, dan Asia Tenggara yang sedang naik daun.
Dalam format Piala Asia, kejutan dari tim non-unggulan bukan hal baru.
Pada edisi sebelumnya, beberapa tim dari pot bawah mampu mencuri perhatian dengan lolos ke fase gugur.
Indonesia sendiri tengah membangun momentum setelah tampil kompetitif di berbagai ajang regional dan kualifikasi internasional.
Dengan komposisi pemain yang semakin solid serta pengalaman melawan tim-tim kuat, peluang menciptakan kejutan tetap terbuka.
Drawing pada 9 Mei nanti akan menjadi penentu arah perjalanan setiap tim.
(tsy)