- Instagram @maartenpaes
Datang ke Ajax Dihujat, Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Bungkam Kritik
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes membungkam kritikan yang menghantamnya sejak datang ke Ajax.
Datang sebagai kiper pelapis, Maarten Paes dihantam kritik karena datang justru sebagai pengganti setelah kiper utama Ajax, Vietzslav Jaros mengalami cedera ACL.
Kritik bertubi-tubi diberikan pada Maarten Paes. Termasuk soal gaji tingginya sebagai pemain asing ketika dia lahir dan besar di Belanda.
Titik balik terjadi justru ketika Maarten Paes tampil sebagai pahlawan saat membawa Ajax lolos ke babak kualifikasi UEFA Europa Conference League lewat drama adu penalti kontra FC Utrecht.
Dalam laga yang berakhir 1-1 sebelum adu penalti, Maarten Paes menjadi sosok penentu kemenangan Ajax dengan menggagalkan tendangan penalti Sebastien Haller dan Souffian El Karouani. Ajax akhirnya menang 4-3 dan mengamankan tiket ke Conference League musim depan.
Penampilan heroik Paes langsung menuai pujian, termasuk dari pelatih Ajax Oscar Garcia.
“Saya tidak tahu dia seorang pembunuh penalti, tapi sekarang saya tahu,” ujar Oscar Garcia sambil tersenyum lega.
Menariknya, meski menjadi pahlawan kemenangan, Paes justru tidak langsung mendapat selebrasi besar dari rekan-rekannya. Para pemain Ajax sempat ragu merayakan keberhasilan lolos ke Conference League secara berlebihan.
“Hanya Lucas Rosa yang datang menghampiri saya,” kata Paes sambil tertawa.
“Dia sendirian jadi dia pikir penyelamatan saya dianulir dan penaltinya harus diulang,” lanjutnya.
Perjalanan Maarten Paes musim ini memang penuh ujian. Kiper kelahiran Nijmegen itu sebelumnya dihujani kritik tajam sejak didatangkan Ajax. Bahkan seorang mantan pemain anonim sempat menyebut Paes buruk dalam semua aspek penjaga gawang.
Namun Paes memilih tidak membalas kritik tersebut. Ia justru fokus memperbaiki diri dan tetap tenang menghadapi tekanan.
“Kritik itu memang tidak selalu mudah. Tapi saya mencoba tetap stoik,” ujar Paes.
Kondisi makin sulit karena Paes awalnya hanya diproyeksikan sebagai kiper kedua di belakang Vitezslav Jaros. Akan tetapi cedera serius yang dialami Jaros memaksa Paes langsung tampil di tengah performa Ajax yang sedang terpuruk.
Tak hanya itu, sebelum bergabung ke Ajax, Paes juga sempat lama absen bermain akibat cedera saat masih tampil di Major League Soccer bersama FC Dallas.
“MLS punya jeda dua bulan dan dua bulan sebelumnya saya juga cedera. Jadi total empat bulan saya tidak bermain 90 menit,” ungkap Paes.
“Setelah hanya bermain 45 menit di pramusim, Vitezslav cedera dan saya harus mengambil tanggung jawab itu,” sambungnya.
Meski mendapat tekanan luar biasa, Paes merasa dirinya terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Ia bahkan mencatatkan tujuh clean sheet dalam 13 laga terakhirnya bersama Ajax.
“Kalau melihat pertandingan terakhir saya, jelas ada perkembangan di semua aspek,” kata Paes.
“Saya fokus pada diri sendiri dan mencoba menjadi penjaga gawang dan pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.
Kiper Timnas Indonesia itu juga mengungkapkan salah satu rahasia keberhasilannya menggagalkan penalti Sebastien Haller.
“Anda bisa melihat 50 penalti Haller masuk semua karena dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan sesuatu,” ujar Paes.
“Saya tahu dia suka berhenti saat ancang-ancang. Saya pura-pura bergerak ke satu sisi lalu benar-benar melompat ke sisi itu. Wojciech Szczesny sering melakukan itu. Dan ternyata berhasil,” tambahnya.
Meski musim ini berjalan berat, Paes menegaskan dirinya sama sekali tidak menyesal bergabung dengan Ajax.
“Saya sangat betah di Amsterdam. Setelah lima tahun tinggal di luar negeri, ini kota yang luar biasa, apalagi saat cuacanya bagus,” kata Paes. (hfp)