- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Gaya Main John Herdman di Timnas Indonesia Buat FIFA Matchday Terungkap, Garuda Tiru Filosofi Shin Tae-yong: Kuat dalam Bertahan
Jakarta, tvOnenews.com - Perlahan tetapi pasti, arah permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman mulai terlihat jelas. Pelatih asal Inggris itu tampaknya ingin membangun fondasi Garuda dari sektor pertahanan yang solid sebelum berbicara lebih jauh soal permainan menyerang.
Filosofi tersebut mulai terlihat dalam persiapan Timnas Indonesia menghadapi dua laga FIFA Matchday bulan Juni. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dalam sesi latihan terbuka di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senin, Herdman menaruh perhatian besar terhadap organisasi pertahanan tim. Ia ingin para pemain memahami bagaimana menjaga keseimbangan permainan saat kehilangan bola.
Menurut Herdman, kemampuan bertahan menjadi aspek penting yang harus dimiliki Timnas Indonesia ketika menghadapi lawan dengan level di atas mereka. Oman dan Mozambik dinilai memiliki kualitas yang bisa merepotkan jika Garuda kehilangan disiplin bermain.
“Jadi, sebagian dari pekerjaan malam ini adalah memahami jumlah pemain dalam struktur rest defense kami dan bagaimana memastikan bahwa kami tetap mampu mencatat clean sheet serta tampil solid dalam bertahan,” ujar Herdman kepada awak media.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Herdman tidak ingin Timnas Indonesia bermain terlalu terbuka. Ia tampaknya lebih memilih pendekatan realistis dengan menjaga struktur permainan tetap rapat dan disiplin.
Gaya tersebut mengingatkan publik pada era Shin Tae-yong yang juga menekankan pentingnya pertahanan kolektif. Di bawah Shin, Indonesia dikenal sebagai tim yang sulit ditembus meski menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih tinggi.
- tvOnenews-Bagas
Kini, sentuhan serupa mulai terlihat di tangan Herdman. Bedanya, pelatih berusia 50 tahun itu mencoba mengombinasikan kekuatan bertahan dengan intensitas permainan yang lebih agresif.
Herdman bahkan menyinggung laga melawan Bulgaria pada FIFA Series Maret lalu sebagai contoh perkembangan positif timnya. Meski kalah 0-1, ia merasa organisasi pertahanan Indonesia sudah menunjukkan kemajuan yang cukup menjanjikan.
Menurutnya, Timnas Indonesia mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan dan tidak memberi terlalu banyak ruang kepada lawan. Bulgaria yang punya pengalaman tampil tujuh kali di Piala Dunia pun hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran.
“Pada pertandingan terakhir melawan Bulgaria, kami hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran. Itu sesuatu yang ingin kami pertahankan menuju pertandingan berikutnya,” kata Herdman.
Meski puas dengan perkembangan lini belakang, Herdman tetap menyadari timnya tidak bisa hanya mengandalkan pertahanan. Ia ingin Garuda tetap berani mengambil risiko ketika memiliki peluang untuk menyerang.
“Namun, pada saat yang sama, kami juga harus siap mengambil risiko,” lanjut mantan pelatih Kanada tersebut.
Selain fokus pada taktik bertahan, Herdman juga mulai meningkatkan intensitas latihan pemain. Ia ingin skuad Garuda terbiasa bermain dalam tempo cepat dan penuh tekanan sepanjang pertandingan.
Latihan dengan intensitas tinggi itu menjadi salah satu ciri khas yang mulai dibangun Herdman sejak awal kedatangannya. Ia percaya fisik dan agresivitas akan menjadi modal penting untuk bersaing di level internasional.
“Ya, latihan malam ini berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi. Ada sesi bertahan, jadi para pemain menerima beberapa informasi baru, tetapi juga melanjutkan pekerjaan yang sudah kami lakukan pada pemusatan latihan sebelumnya,” ujar Herdman.
Dua pertandingan melawan Oman dan Mozambik akan menjadi ujian penting bagi proyek baru tersebut. Dari sana, publik bisa mulai melihat sejauh mana identitas permainan Timnas Indonesia di era John Herdman benar-benar terbentuk.
(sub)