- Instagram - Gianni Infantino
FIFA Beri 'Karpet Merah' Timnas Indonesia Ikut Piala Dunia 2030
tvOnenews.com – Asa dan mimpi besar Timnas Indonesia untuk melangkah ke panggung tertinggi sepak bola bumi di Piala Dunia 2030 mendadak terbuka sangat lebar.
Pemicunya, wacana megah mengenai penambahan kuota peserta menjadi 64 negara kini berembus semakin kencang usai disuarakan langsung oleh para petinggi sepak bola internasional.
Piala Dunia 2030 sendiri dipastikan bakal menjadi edisi super spesial lantaran menandai peringatan 100 tahun (satu abad) berdirinya turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
- PSSI
FIFA bahkan telah menunjuk enam negara sekaligus di tiga benua sebagai tuan rumah.
Tiga negara utama yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko bertindak sebagai penyelenggara utama.
Sementara itu, tiga pertandingan pembuka akan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bentuk penghormatan historis atas digelarnya Piala Dunia edisi perdana di Montevideo pada 1930 silam.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengisyaratkan bahwa wacana ekspansi 64 tim ini tengah dikaji secara serius demi pemerataan kualitas sepak bola global.
"Kami akan mempelajari semua usulan setelah Piala Dunia selesai. Saat menyelenggarakan Piala Dunia, kami harus memikirkan seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan. Setiap negara harus punya mimpi tampil di Piala Dunia. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan, mereka akan kehilangan motivasi untuk berkembang," tegas Infantino.
- ANTARA
Presiden CONMEBOL Beri Kode Keras 64 Peserta
Sinyal penambahan kuota ini kian menguat berkat pernyataan frontal Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) Alejandro Dominguez.
Tepat setelah Spanyol resmi mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina 1-0 di Stadion MetLife, New Jersey, Dominguez langsung mengunggah pesan mengejutkan di akun media sosial X pribadinya.
"Selanjutnya dimainkan di rumah kami! Pada 2030, Piala Dunia akan hadir di Uruguay, Argentina, dan Paraguay, kesempatan besar bagi sepak bola untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia dengan kompetisi yang diikuti 64 tim," tulis Alejandro Dominguez memicu kehebohan publik.
Pernyataan dari bos CONMEBOL tersebut diyakini menjadi bukti sahih bahwa FIFA tengah mematangkan skema format baru tersebut.
Jika terealisasi, alokasi kelolosan untuk kawasan Asia (AFC) dipastikan bakal melonjak drastis, yang secara otomatis memberi angin segar bagi peta kekuatan Timnas Indonesia di babak kualifikasi mendatang.
- Instagram @joeypelupessy
UEFA dan AFC Kompak Melawan: "Gagasan Buruk yang Bikin Kacau"
Kendati memberikan harapan besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, rencana radikal Infantino ini mendapat perlawanan sengit dari blok Eropa dan Asia sendiri.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara terbuka menembak ide tersebut dan melabelinya sebagai "gagasan yang sangat buruk" karena dinilai bakal merusak kualitas komersial dan teknis pertandingan.
Senada dengan Ceferin, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa turut melemparkan peringatan keras.
Pria asal Bahrain tersebut menilai penambahan hingga 64 peserta berpotensi besar menciptakan "kekacauan total" pada kalender kompetisi internasional dan memicu kelelahan ekstrem bagi para pemain profesional.
Meski FIFA hingga kini belum mengeluarkaan ketetapan resmi, riak spekulasi yang dilontarkan Dominguez dipastikan membuat tensi politik sepak bola menuju Piala Dunia 2030 kian panas.