news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber :
  • tvOnenews-Julio

John Herdman: Piala AFF 2026 Batu Loncatan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan Piala AFF 2026 bukan turnamen regional bagi Garuda. Ajang tersebut bagian dari proses menuju Piala Dunia.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:18 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional bagi Skuad Garuda. Menurutnya, ajang tersebut merupakan bagian dari proses membangun tim menuju target besar, yakni membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.

Pernyataan itu disampaikan Herdman menjelang laga penentuan melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026. Duel tersebut akan digelar di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Bagi Timnas Indonesia, pertandingan menghadapi Singapura memiliki arti yang sangat penting. Kemenangan akan memastikan langkah Skuad Garuda melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.

Namun, di balik target jangka pendek tersebut, Herdman mengaku telah menyusun rencana yang jauh lebih besar. Pelatih asal Inggris itu menempatkan Piala Dunia 2030 sebagai tujuan utama yang ingin dicapai bersama Timnas Indonesia.

"Dari sudut pandang pelatih, target utama Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Kalau ditarik mundur, sebelumnya ada Piala Asia 2027, kemudian turnamen FIFA, dan Piala AFF," kata Herdman dalam konferensi pers.

Karena itulah, Herdman memanfaatkan Piala AFF 2026 sebagai ajang evaluasi pemain. Ia memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi domestik untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.

Banyak dari pemain tersebut sebelumnya belum mendapat kesempatan tampil pada FIFA Matchday Maret maupun Juni 2026. Melalui turnamen ini, mereka diharapkan mampu membuktikan diri layak bersaing di level yang lebih tinggi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Sumber :
  • Timnas Indonesia/kita garuda id

Herdman ingin melihat kemampuan para pemain bukan hanya dari sisi teknis. Ia juga menilai karakter, kepemimpinan, serta kontribusi mereka terhadap tim selama turnamen berlangsung.

Menurut Herdman, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari seleksi menuju agenda yang lebih besar. Para pemain yang tampil impresif akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke skuad utama Timnas Indonesia.

Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Piala Asia 2027 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030. Karena itu, setiap pertandingan di Piala AFF dinilai memiliki arti penting bagi masa depan para pemain.

"Kami sudah bersama selama sekitar 33 hari. Selama periode itu kami membangun rasa persaudaraan, membentuk identitas taktik, dan memperkuat kebersamaan. Karena itu, turnamen ini menjadi ajang untuk menguji para pemain domestik Indonesia. Itulah tujuan utamanya," tutur Herdman.

Meski menjadikan Piala AFF sebagai bagian dari proses pembangunan tim, Herdman memastikan Skuad Garuda tetap memiliki ambisi besar di turnamen ini. Ia menegaskan Indonesia tetap memburu gelar juara yang selama ini belum pernah diraih.

"Di balik semua itu, tentu ada impian yang lebih besar, yaitu mempersembahkan trofi pertama bagi Indonesia dan menjadi generasi pertama yang mampu melakukannya," kata Herdman.

Pelatih berusia 51 tahun itu menyebut impian tersebut menjadi motivasi yang selalu dibawa para pemain setiap hari. Sejak hari pertama berkumpul, seluruh anggota tim diminta memiliki mental sebagai generasi pelopor.

"Kami mau menjadi pelopor. Sejak hari pertama kami berkumpul, itulah pesan yang selalu kami tanamkan dalam tim," tutur Herdman.

Kini, Timnas Indonesia masih harus berjuang untuk menjaga asa tersebut. Skuad Garuda berada di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi enam poin, tertinggal satu angka dari Singapura dan Vietnam.

Situasi itu membuat laga melawan Singapura menjadi penentu langkah Timnas Indonesia menuju semifinal. Herdman pun mengingatkan bahwa kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat sehingga timnya harus tampil habis-habisan.

"Jika kami gagal mencapainya, itu akan sangat menyakitkan. Karena kesempatan seperti ini, ketika sudah terlewat, belum tentu akan datang lagi. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa Indonesia adalah tim yang sedang terluka, tetapi juga sangat lapar. Besok kami tidak akan main-main," pungkas Herdman.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
03:07
10:53
02:52
03:26
07:51

Viral