- instagram.com/pialasoeratin/
Titisan Iswadi Idris Unjuk Gigi: Aldendra Sang Calon Jenderal Lini Tengah Timnas Indonesia yang Bersinar di Piala Soeratin 2026 Bareng ASIOP
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia bakal memiliki salah satu aset masa depan yang diprediksi bisa bersinar. Sosok tersebut adalah Aldendra Diputra yang tampil gemilang di ajang Piala Soeratin 2026.
Sepanjang gelaran tersebut, Aldendra menjadi salah satu pemain muda yang mencuri perhatian berkat kualitasnya di lapangan. Memperkuat ASIOP, ia berhasil membantu timnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persebaya di final.
ASIOP memastikan gelar juara setelah menang adu penalti 4-2. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Sabtu (24/10/2026).
Dalam babak adu penalti, empat eksekutor ASIOP sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara itu, dua dari empat penendang awal Persebaya gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Gelar tersebut terasa istimewa bagi ASIOP setelah dua kali gagal di partai final. Mereka kalah dari Persikutim Kutai Timur melalui adu penalti pada 2024, kemudian ditaklukkan Persib dengan skor 1-2 pada edisi 2025.
Keberhasilan tahun ini menjadi trofi perdana ASIOP di kategori U-13 sejak akademi tersebut berdiri hampir tiga dekade lalu. Sebelumnya, mereka juga pernah meraih gelar juara Piala Soeratin U-15 pada 2022.
Perjalanan ASIOP menuju tangga juara turut ditopang produktivitas lini serang. Mereka mencetak 28 gol dalam delapan pertandingan, atau rata-rata 3,5 gol pada setiap laga.
Selain kekuatan kolektif, sejumlah pemain ASIOP juga menunjukkan potensi yang menarik perhatian. Muhammad Rizky Putra Ariansyah, Cristiano Marcelo Junior Tao, dan Aldendra termasuk nama yang mencuri sorotan sepanjang turnamen.
Aldendra memiliki latar belakang keluarga yang lekat dengan sepak bola Indonesia. Pemain bernama lengkap Raden Muhammad Raza Aldendra Diputra itu merupakan cucu mendiang Iswadi Idris, legenda Persija Jakarta.
Meski membawa nama besar sang kakek, Aldendra berusaha membangun identitasnya sendiri sebagai pesepak bola muda. Ia menunjukkan kemampuan mengolah bola dan membaca permainan saat dipercaya mengisi lini tengah ASIOP.
Perkembangan Aldendra juga didukung pengalaman berlatih di Persija Soccer School dan Young Warrior FA. Ia turut mengasah kemampuan melalui pembelajaran sepak bola dengan pendekatan taktik modern dari Inggris dan Swiss.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Aldendra dalam mengembangkan potensinya. Pada 2025, ia juga meraih penghargaan Pemain Terbaik di turnamen Dana Cup U-12 yang berlangsung di Denmark.
Berbeda dari sang kakek yang dikenal bermain di sektor sayap, Aldendra lebih nyaman beroperasi di lini tengah. Ia mengaku menyukai posisi tersebut karena memberinya keleluasaan menguasai bola dan mengatur permainan.
"Gelandang serang, pernah sih itu nyoba sayap kanan tapi kayaknya lebih enak main di tengah. Lebih banyak pegang bola dan lebih bebas," ujar Aldendra kepada tvOnenews.com.
- Istimewa
Potensi pemain muda itu turut mendapat perhatian Direktur Teknik ASIOP, Fakhri Husaini. Mantan pelatih tim nasional tersebut menilai Aldendra memiliki kualitas yang menonjol dibandingkan banyak pemain seusianya.
"Dengan usia yang masih 13 tahun, saya melihat Aldendra ini jauh lebih hebat dibandingkan pemain-pemain Timnas sebelumnya ya," kata Fakhri saat menjelaskan penilaiannya terhadap sang gelandang. Ia juga menyoroti keberanian Aldendra bermain proaktif dan kecerdasannya mengambil keputusan di lapangan.
Menurut Fakhri, kreativitas, kecerdasan, dan kecepatan berpikir merupakan modal penting bagi pemain untuk menghadapi tuntutan sepak bola modern. Ia menilai Aldendra telah memperlihatkan sejumlah karakter tersebut pada usia yang masih sangat muda.
"Artinya dengan kreativitas, kecerdasan, serta kecepatan membuat keputusan, Aldendra punya semua persyaratan yang dibutuhkan sepak bola di masa mendatang," ujar Fakhri.
Fakhri juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar talenta muda seperti Aldendra dapat berkembang secara optimal. Ia berharap PSSI memperkuat pengembangan pelatih yang mampu membimbing pemain sejak usia dini.
"Harus ada kerja keras hebat dari PSSI untuk melahirkan coach educator yang sanggup mengorbitkan pemain-pemain hebat seperti Aldendra ini," tutup Fakhri.
Prestasi bersama ASIOP dan penghargaan yang pernah diraihnya menjadi bekal berharga bagi perjalanan Aldendra. Namun, potensinya masih perlu diasah melalui latihan, pembinaan yang tepat, dan kesempatan bermain agar kelak dapat bersaing di level yang lebih tinggi.
(sub)