news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kondisi Terkini Banjir Bandang di Padang

Jumat, 28 November 2025 - 08:43 WIB
Reporter:

Agam, tvOnenews.com - Banjir bandang menerjang Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu petang. 

Puluhan rumah serta sejumlah warga dilaporkan hilang akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba.

Dalam rekaman video amatir warga, terlihat aliran air deras membawa material lumpur, pepohonan, dan batu besar menghantam permukiman di Jorong Toboh. 

Hujan deras yang masih mengguyur wilayah tersebut sejak kemarin membuat situasi semakin darurat, memaksa warga yang tinggal di bantaran sungai mengungsi ke lokasi lebih aman.

Dari laporan sementara, dua warga ditemukan meninggal dunia. Namun diduga masih ada beberapa warga yang hilang dan belum berhasil ditemukan. 

Tim SAR gabungan sedang menuju lokasi, namun akses tercepat melalui Jembatan Ambas tidak dapat dilalui kendaraan akibat kerusakan parah sehingga perjalanan dialihkan memutar lewat Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, prajurit Kodim 0312 Padang Korem 032 WBR dikerahkan untuk membantu penanganan korban banjir di sejumlah titik di Kota Padang. 

Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Pau menjadi wilayah terdampak paling parah. Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal setelah jembatan penghubung Gunung Nago putus, membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.

Anggota TNI bersama relawan dan masyarakat terus melakukan evakuasi, mengutamakan lansia, wanita, dan anak-anak. 

Distribusi logistik bantuan mulai dilakukan, termasuk pembersihan pohon tumbang dan penyebrangan warga menggunakan tali di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pau.

Tim tvOne melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November hingga 8 Desember mendatang. 

Langkah ini diambil karena intensitas hujan masih tinggi dan risiko bencana susulan cukup besar.

Data sementara menunjukkan:

  • 13 kabupaten/kota dan 28 nagari terdampak banjir serta longsor
  • 3.076 rumah terendam
  • Lebih dari 9.000 jiwa terdampak
  • 4 orang meninggal dunia, 2 masih dalam pencarian
  • Ketinggian banjir mencapai 30 cm hingga 3 meter

Bencana ini tak hanya berdampak pada pemukiman warga, tetapi juga merusak lahan pertanian, peternakan, dan fasilitas pendidikan. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan libur sekolah hingga waktu yang belum ditentukan, sembari memastikan keselamatan warga dan menunggu perbaikan fasilitas umum.

Selain krisis logistik, warga terdampak juga menghadapi kesulitan air bersih. Banyak jaringan pipa air rusak dan distribusi air bersih belum dapat dilakukan secara maksimal.

BPBD, BNPB, dan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban, penyaluran bantuan, serta perbaikan infrastruktur. 

Upaya pembukaan akses jalan dan pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas mengingat banyak wilayah terisolasi.

Proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga hari ini. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada, terutama bagi yang bermukim di wilayah lereng dan bantaran sungai, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral