Tuntut Kesetaraan Gaji Guru, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Berujung Ricuh
Mataram, tvOnenews.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Nusa Tenggara Barat berujung ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan di depan kantor gubernur.
Demonstrasi yang digelar oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mataram itu semula berlangsung untuk menyuarakan tuntutan terkait kesenjangan gaji guru.
Kericuhan terjadi saat perwakilan mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi tertahan oleh petugas keamanan.
Situasi yang memanas memicu aksi saling dorong hingga berujung baku pukul. Akibat insiden tersebut, tiga mahasiswa dilaporkan mengalami luka setelah diduga tercekik dan dipukul.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sektor pendidikan, termasuk pemerataan akses, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penyetaraan gaji guru antara wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang dinilai timpang.
Sementara itu, kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil diungkap aparat kepolisian.
Peristiwa yang terjadi di Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur tersebut menewaskan lima orang, termasuk seorang balita berusia tiga tahun.
Polisi telah menangkap empat pelaku yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan para korban.
Salah satu pelaku ditangkap saat bersembunyi di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur, setelah sebelumnya tiga pelaku lain diamankan.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi rasa sakit hati akibat konflik personal antara kedua keluarga, termasuk dugaan saling caci maki dan perselisihan terkait akses jalan menuju kebun.
Seluruh pelaku kini ditahan dan dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.