Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Harga Minyak
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Negara, Jakarta, untuk membahas perkembangan harga minyak mentah global dan strategi pengelolaan sektor tambang nasional.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam agenda rapat terbatas pemerintah yang menyoroti dampak dinamika harga energi dunia terhadap kondisi ekonomi nasional dan penerimaan negara.
Selain membahas harga minyak mentah global, pemerintah juga menyoroti rencana penataan sektor pertambangan ke depan.
Dalam keterangannya usai rapat, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan pengelolaan tambang strategis lebih banyak berada di bawah kendali negara.
Menurutnya, arah kebijakan pemerintah adalah memperbesar porsi kepemilikan nasional dalam sektor sumber daya alam, terutama pada tambang yang memiliki nilai strategis dan berdampak besar terhadap penerimaan negara.
Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor sumber daya alam, baik melalui pengelolaan tambang yang telah beroperasi maupun pengembangan proyek baru.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah fluktuasi harga komoditas global dan kebutuhan menjaga stabilitas fiskal nasional.
Kementerian ESDM sebelumnya mencatat sektor mineral dan batu bara masih menjadi salah satu penyumbang signifikan bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Pada 2025, realisasi penerimaan dari sektor ESDM disebut melampaui target, didorong kenaikan harga sejumlah komoditas energi dan mineral di pasar internasional.
Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir juga mendorong hilirisasi industri tambang melalui kebijakan larangan ekspor bahan mentah dan pembangunan fasilitas pengolahan di dalam negeri.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral sekaligus memperbesar kontribusi sektor tambang terhadap perekonomian nasional.