16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Sulit Dikenali
Musi Rawas Utara, tvOnenews.com - Polisi masih melakukan proses identifikasi terhadap 16 korban meninggal dalam kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Seluruh jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat membuat proses identifikasi tidak dapat dilakukan melalui pemeriksaan visual maupun metode medis biasa.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama dokter forensik melakukan identifikasi menggunakan pemeriksaan DNA dan pencocokan data gigi korban.
Pihak rumah sakit menyebut seluruh sampel dari jenazah telah diambil untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, tim DVI juga telah menerima 11 sampel DNA dari keluarga korban. Namun hingga kini masih terdapat lima keluarga korban yang belum datang ke rumah sakit untuk menyerahkan data pendukung proses identifikasi.
Pihak kepolisian menyebut sampel DNA rencananya akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil identifikasi diperkirakan paling cepat keluar dalam waktu lima hari dan paling lama dua pekan.
Dalam proses identifikasi, tim DVI juga menggunakan berbagai data pendukung lain seperti manifest penumpang, dokumen identitas, rekam medis, hingga data keluarga korban untuk memastikan kecocokan identitas.
Sementara itu, empat korban selamat dalam kecelakaan tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Para korban mengalami luka bakar dan saat ini dirawat di ruang intensive care unit (ICU).
Dari empat korban selamat, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Tiga korban dengan kondisi luka bakar berat direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang agar mendapat penanganan medis yang lebih intensif.
Kecelakaan maut tersebut sebelumnya terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, saat bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga memicu kebakaran hebat. Insiden itu menyebabkan sebagian besar korban terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.