news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jakarta Recycle Center, Solusi Baru Kelola Sampah

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:28 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Krisis pengelolaan sampah di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah longsor yang terjadi di TPST Bantargebang pada Maret lalu berdampak terhadap penumpukan sampah di berbagai sudut ibu kota. 

Gunungan sampah mulai terlihat di pasar hingga tempat pembuangan sementara akibat terganggunya distribusi sampah ke lokasi pembuangan akhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mulai memperkuat pengelolaan sampah berbasis kawasan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bantargebang yang selama ini sudah mengalami kelebihan kapasitas. 

Salah satu upaya yang dijalankan adalah pengembangan Jakarta Recycle Center (JRC) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Fasilitas tersebut menerapkan sistem pengelolaan sampah langsung dari sumber dengan konsep pemilahan, pengolahan, dan daur ulang. 

Sampah yang masuk tidak lagi hanya dibuang, tetapi dipilah berdasarkan jenisnya untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Di area seluas sekitar dua hektare itu, tersedia berbagai fasilitas pengolahan seperti area kompos untuk sampah organik, budidaya maggot, hingga mesin pengepres plastik dan kertas. 

Salah satu mesin pengepres plastik yang diimpor dari Jepang mampu memadatkan hingga dua ton botol dan kantong plastik dalam satu kali proses.

Sementara mesin pengepres kardus dan kertas digunakan untuk memadatkan sampah anorganik sebelum dijual kepada perusahaan daur ulang atau offtaker. 

Produk hasil pengepresan kemudian dikirim ke industri yang membutuhkan bahan baku daur ulang.

Pengelola JRC Pesanggrahan menyebut volume sampah yang masuk setiap hari berkisar antara satu hingga dua ton. 

Sekitar 60 persen di antaranya merupakan sampah organik, sementara sisanya didominasi sampah plastik dan anorganik lainnya. 

Adapun sampah residu yang tidak dapat diolah tetap dikirim ke TPST Bantargebang.

Menurut pengelola, tantangan terbesar dalam sistem tersebut bukan pada teknologi, melainkan membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. 

Warga diminta memisahkan sampah menjadi tujuh hingga delapan kategori seperti sisa makanan, daun dan ranting, plastik, kertas, botol PET, limbah B3, dan residu.

Petugas juga melakukan edukasi langsung kepada warga melalui sistem pengangkutan door to door untuk memastikan proses pemilahan berjalan dengan benar. 

Pengelola menilai model pengolahan seperti JRC berpotensi mengurangi pengiriman sampah ke Bantargebang hingga 40 persen apabila diterapkan secara luas.

Pemprov DKI Jakarta saat ini juga mulai memperbanyak fasilitas pengolahan sampah berbasis TPS 3R dan recycle center di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengatasi krisis sampah ibu kota. 

Namun keberhasilan program tersebut dinilai sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:38
01:15
05:50
05:33
01:05
01:26

Viral