Hotman Paris Ditelepon Prabowo Jam 8 Malam: Ingin Tahu Kasus Nadiem
Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.
Dalam video yang diunggah di media sosial, Hotman menyebut percakapan itu terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB melalui sambungan dari ajudan presiden.
Menurut Hotman, Prabowo meminta pandangannya mengenai perkara tersebut demi memastikan proses hukum berjalan adil.
Hotman yang sebelumnya pernah menjadi kuasa hukum Nadiem mengaku telah menyampaikan analisis dan pendapat hukumnya secara langsung kepada Presiden. Namun ia menolak mengungkap isi pembicaraan secara rinci ke publik.
Dalam penjelasannya, Hotman menyoroti putusan terhadap Ibrahim Arif alias Ibam, salah satu bawahan Nadiem, yang telah divonis empat tahun penjara dalam perkara tersebut.
Ia menilai putusan terhadap bawahan dapat memengaruhi arah putusan terhadap atasan karena adanya keterkaitan konstruksi perkara.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook itu disebut merugikan keuangan negara hingga Rp2,18 triliun.
Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta pembayaran uang pengganti senilai Rp809,5 miliar dan Rp4,8 triliun yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
Hotman juga menilai Prabowo bersikap netral dan ingin memperoleh gambaran selengkap mungkin mengenai kasus tersebut sebelum proses persidangan selesai.