news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengamat: Konflik Iran-AS Berpotensi Ganggu Jalur Energi Dunia jika Meluas

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:25 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dinilai berpotensi semakin meningkat apabila melibatkan kelompok Houthi di Yaman dan mengganggu jalur pelayaran strategis dunia. Pengamat hubungan internasional menilai kondisi tersebut dapat berdampak besar terhadap keamanan pasokan energi global.

Mayjen Purn Prof Budi Pramono, Dean Atase Pertahanan RI di Iran (2009-2012) menjelaskan bahwa Houthi memiliki kedekatan strategis dengan Iran, namun tetap memiliki otonomi dalam menjalankan operasi.

Kondisi itu dinilai memberi keuntungan bagi Iran karena dapat membantah keterlibatan langsung apabila kelompok tersebut melakukan serangan.

Menurutnya, eskalasi akan menjadi lebih serius apabila konflik memengaruhi dua jalur pelayaran utama dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Gangguan di kedua titik tersebut berpotensi menghambat distribusi minyak global dan memaksa kapal-kapal mengambil rute yang lebih jauh, sehingga meningkatkan biaya logistik dan harga energi.

Meski demikian, pengamat menilai konflik saat ini belum dapat dikategorikan sebagai perang regional secara penuh. Pasalnya, sejumlah negara di kawasan masih memilih bersikap hati-hati, sementara sebagian lainnya tetap mendorong upaya mediasi untuk meredakan ketegangan.

Sementara itu, pengamat Timur Tengah Ridlwan Habib menyebut media Iran mengabarkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan tampil di hadapan publik pada 23 Juli. 

Menurutnya, apabila agenda tersebut terlaksana, kemunculan Khamenei berpotensi menjadi momentum yang membangkitkan semangat pendukung pemerintah Iran dan membuka babak baru dalam strategi negara tersebut.

Ridwan juga menilai dinamika politik di Israel menjelang pemilu dapat memengaruhi arah kebijakan keamanan negara itu. Menurutnya, menguatnya kelompok politik berhaluan kanan berpotensi mendorong kebijakan yang lebih keras terhadap konflik di kawasan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:32
05:41
01:27
05:03
49:31
01:09

Viral