news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Paparan Perdana Realisasi APBN Menkeu Suahasil Nazara

Jumat, 18 September 2026 - 10:18 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global. Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam pemaparan kondisi ekonomi dan RAPBN setelah resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil menyoroti sejumlah indikator ekonomi, salah satunya inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Inflasi tersebut masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.

Inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat 2,92 persen yoy. Sementara itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

Dewan Ekonomi Nasional mencatat inflasi pangan bergejolak meningkat menjadi 4,06 persen yoy pada Agustus, antara lain dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas pangan dan faktor produksi.

Suahasil juga menyoroti pemulihan arus modal masuk ke Indonesia. Ia menyebut hingga 11 September 2026 akumulasi arus modal masuk mencapai Rp141,6 triliun.

Menurut Suahasil, arus modal tersebut antara lain masuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor asing. Ia menyebut arus masuk bersih ke SBN telah kembali positif setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Selain SBN, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga mencatat arus masuk. Data Bank Indonesia menunjukkan setelmen neto nonresiden pada SRBI mencapai Rp171,55 triliun untuk periode 2 Januari hingga 7 September 2026.

Suahasil mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengelola berbagai risiko eksternal.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga terus memantau perkembangan ekonomi global, termasuk dinamika geopolitik dan kebijakan suku bunga negara maju.

Pemerintah menilai perkembangan tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan fiskal yang mampu menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Bank sentral juga mencatat aliran investasi portofolio asing pada triwulan III hingga 14 Agustus 2026 sebesar 1,8 miliar dolar AS.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
04:40
22:09
07:46
08:33
01:46

Viral