- Ist
Car Free Day Jadi Ruang Publik Modern dan Sarana Edukasi Transparansi
tvOnenews.com - Car Free Day bukan lagi sekadar agenda olahraga mingguan di tengah kota. Di banyak negara maju, kawasan bebas kendaraan telah berkembang menjadi ruang publik modern yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dari keluarga, pekerja kantoran, komunitas sepeda, pelaku UMKM, hingga institusi pemerintah, semuanya berbagi ruang yang sama tanpa sekat sosial. Di kota seperti Paris, Seoul, hingga Bogotá, program car free day bahkan menjadi simbol gaya hidup sehat dan kota berkelanjutan.
Di Paris, pemerintah setempat rutin menutup sejumlah ruas jalan utama untuk kendaraan bermotor sebagai bagian dari pengurangan emisi karbon. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menunjukkan bahwa ruang publik yang ramah pejalan kaki berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan fisik dan kualitas interaksi sosial masyarakat perkotaan.
Fenomena serupa terlihat di Indonesia. Car Free Day kini menjelma menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga mencari hiburan, edukasi, hingga informasi layanan publik.
Momentum inilah yang dimanfaatkan Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI melalui kegiatan Pre-Event BPA Fair 2026 yang digelar di kawasan Pintu 6 Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 10 Mei 2026.
Car Free Day Jadi Media Edukasi Publik yang Efektif
Melansir dari laman resmi, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi, menilai Car Free Day merupakan ruang publik yang sangat strategis untuk memperkenalkan fungsi lembaga kepada masyarakat secara lebih santai dan terbuka.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami keberadaan maupun fungsi BPA, meskipun lembaga tersebut sudah hadir selama dua tahun dan telah melakukan berbagai penjualan barang hasil pemulihan aset negara.
“BPA sudah hadir sejak dua tahun lalu dan sudah banyak melakukan penjualan barang. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi Badan Pemulihan Aset,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat langsung proses pengelolaan aset negara sekaligus memahami bagaimana mekanisme lelang dilakukan.
Pendekatan semacam ini dinilai lebih efektif dibandingkan sosialisasi formal karena masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan petugas dan memperoleh penjelasan secara terbuka.