- Gambar ilustrasi AI
Buruh, UMKM, dan Ojol Hadapi Tekanan Baru di Tengah Ketidakpastian Kerja, Perlindungan Sosial Dinilai Belum Menjawab Tantangan Kerja Modern?
tvOnenews.com - Perubahan dunia kerja dalam satu dekade terakhir menghadirkan tantangan baru bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya sektor informal, persoalan ketenagakerjaan kini tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Isu seperti jaminan kesehatan, perlindungan sosial, ancaman PHK, hingga kepastian pendapatan menjadi perhatian utama pekerja modern.
Di sejumlah negara maju, perlindungan pekerja telah berkembang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Jerman misalnya memiliki sistem asuransi pengangguran dan program pelatihan ulang tenaga kerja yang membantu pekerja bertahan saat industri mengalami krisis.
Sementara di Korea Selatan, pekerja platform digital seperti pengemudi transportasi online mulai mendapatkan akses perlindungan asuransi dan jaminan sosial yang lebih luas.
Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebut perlindungan sosial berperan besar dalam mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Indonesia menghadapi tantangan serupa. Di tengah naiknya biaya hidup dan persaingan kerja yang semakin ketat, pekerja formal maupun informal mulai menuntut perlindungan yang lebih pasti.
Tidak sedikit pengemudi ojek online, buruh harian, hingga pekerja sektor UMKM yang masih kesulitan memperoleh jaminan kesehatan, perlindungan kerja, maupun kepastian penghasilan.
Persoalan ini mengemuka dalam dialog bersama ratusan pekerja, buruh, pelaku UMKM, dan pengemudi ojek online di Kabupaten Trenggalek dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI.
Dalam forum tersebut, berbagai persoalan ketenagakerjaan disampaikan langsung oleh masyarakat. Mulai dari sulitnya mencari pekerjaan yang stabil, ancaman PHK sepihak, hingga keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial.
Selain itu, pekerja informal seperti pengemudi ojek online juga menyoroti belum meratanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Padahal, kelompok pekerja sektor informal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring berkembangnya ekonomi digital.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kesempatan tersebut menyebut persoalan ketenagakerjaan tidak bisa hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Menurutnya, ada kebutuhan nyata masyarakat terkait keamanan kerja dan keberlanjutan penghasilan keluarga.
“Pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha harus terus berdialog. Tiga unsur ini tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun kesejahteraan bersama,” ujarnya.