- Gambar ilustrasi AI
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?
Selama kariernya, ia banyak terlibat dalam pengembangan strategi pertumbuhan berbasis advertising, media, data, dan teknologi. Pertumbuhan bisnis di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya jangkauan iklan, tetapi bagaimana setiap interaksi pelanggan dapat direspons dan dikonversi secara efektif.
“Selama bertahun-tahun, kita fokus membangun sistem untuk menjangkau audiens secara masif. Namun ke depan, pertanyaannya bukan lagi reach, melainkan bagaimana setiap interaksi bisa dikonversi menjadi revenue,” ujarnya.
AI Agent Jadi Infrastruktur Baru Customer Engagement
Di tengah perubahan tersebut, teknologi AI Agent mulai berkembang sebagai salah satu solusi baru dalam operasional bisnis digital. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengotomatisasi interaksi pelanggan di berbagai platform komunikasi secara bersamaan.
Ini adalah platform AI Agent yang dirancang untuk membantu bisnis mengelola interaksi pelanggan secara omnichannel, mulai dari WhatsApp, Instagram, TikTok, hingga Telegram dengan respons yang berjalan otomatis selama 24 jam.
Pendekatan ini mencerminkan tren global di mana AI tidak lagi hanya dipakai sebagai alat analitik, tetapi menjadi bagian langsung dari operasional bisnis sehari-hari.
Di China misalnya, perusahaan e-commerce sudah menggunakan AI untuk menangani jutaan pertanyaan pelanggan secara real-time, sekaligus mendorong upselling dan rekomendasi produk secara otomatis.
Sementara di Amerika Serikat, AI kini banyak dipakai untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan berdasarkan perilaku dan histori interaksi mereka.
Dalam konteks bisnis modern, AI Agent dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara aktivitas advertising dan proses konversi pelanggan.
AI akan menjadi infrastruktur baru dalam cara bisnis beroperasi. Advertising tetap penting sebagai driver demand, tetapi AI adalah engine yang memastikan demand tersebut tidak terbuang.
Indonesia Mulai Masuki Era AI-Driven Growth
Percepatan adopsi AI di sektor bisnis Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
- Ist
Tidak hanya perusahaan teknologi besar, brand di sektor retail, layanan pelanggan, hingga UMKM mulai mencari cara untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan efisiensi dan penjualan. Cekat.AI sendiri didirikan oleh dua anak muda Indonesia, Matthew Sebastian dan Nicholas Alden Liem, yang melakukan riset AI di Amerika Serikat sebelum mengembangkan platform tersebut.