news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Di banyak negara maju, perempuan menjadi tulang punggung penting dalam pertumbuhan ekonomi mikro. Di Bangladesh, model pendampingan kelompok ala Grameen Bank terbukti mampu membantu jutaan perempuan keluar dari jerat kemiskinan melalui usaha kecil berbasis rumah tangga

Sementara di Jepang dan Korea Selatan, pelatihan keuangan sederhana untuk ibu rumah tangga terbukti efektif meningkatkan daya tahan ekonomi keluarga, terutama saat krisis

Polanya hampir sama: perempuan tidak hanya diberi akses modal, tetapi juga pendampingan, edukasi, dan ruang untuk tumbuh.

Di Indonesia, tantangan perempuan prasejahtera sebenarnya jauh lebih kompleks. Banyak ibu rumah tangga memulai usaha ultra mikro tanpa pengalaman bisnis, tanpa pencatatan keuangan, bahkan tanpa rasa percaya diri. 

Sebagian besar menjalankan usaha kecil seperti jualan makanan, warung rumahan, kerajinan, hingga usaha titip belanja demi menopang kebutuhan harian keluarga. 

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, namun mayoritas masih berada di sektor ultra mikro dengan keterbatasan akses pembiayaan dan literasi usaha.

Karena itu, strategi pemberdayaan perempuan kini tidak lagi hanya berfokus pada pemberian modal. Pendekatan baru lebih menekankan pendampingan langsung, edukasi pengelolaan usaha, penguatan mental berwirausaha, hingga membangun kebiasaan disiplin keuangan. 

Pendekatan inilah yang perlahan menjadi fondasi penting dalam membantu perempuan bertahan di tengah tekanan ekonomi sekaligus menciptakan sumber penghasilan yang lebih stabil bagi keluarga.

Pendampingan Jadi Kunci Tumbuhnya Usaha Ultra Mikro Perempuan

Melansir dari berbagai sumber, di balik berkembangnya jutaan usaha ultra mikro di Indonesia, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat. Banyak perempuan prasejahtera sebelumnya merasa takut memulai usaha karena minim pengalaman dan akses terhadap layanan keuangan formal yang dianggap rumit.

Situasi itu perlahan berubah melalui pola pemberdayaan berbasis pendampingan lapangan yang dilakukan hingga ke tingkat akar rumput. 

Pendekatan ini dijalankan dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, mulai dari teras rumah warga, balai pertemuan, hingga perkampungan kecil di berbagai daerah.

Kehadiran pendamping lapangan bukan sekadar menyalurkan pembiayaan usaha. Mereka juga berperan membantu ibu-ibu memahami cara mengatur pemasukan dan pengeluaran, menjaga kedisiplinan usaha, hingga membangun keberanian mengambil keputusan ekonomi.

Model seperti ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar memberikan pinjaman modal. Sebab dalam praktiknya, banyak pelaku usaha ultra mikro membutuhkan teman belajar sekaligus motivator agar mampu bertahan menjalankan usaha kecil mereka.

Pendekatan pemberdayaan tersebut kini menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia melalui ribuan kantor layanan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tercatat sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro telah mendapatkan akses pendampingan melalui 3.655 kantor layanan di berbagai provinsi.

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki potensi berkembang, tetapi kesulitan bertahan karena keuangan usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Melalui pertemuan kelompok rutin, para perempuan pelaku usaha mulai diajarkan pentingnya pencatatan sederhana, pengelolaan utang, hingga membangun kebiasaan menabung. Materi yang diberikan memang sederhana, tetapi dampaknya cukup besar bagi keberlangsungan usaha mereka.

Di sejumlah negara seperti Kanada dan Australia, pelatihan literasi keuangan perempuan terbukti meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga hingga 20 persen menurut laporan OECD. 

Konsep serupa kini mulai diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan perempuan di Indonesia, terutama bagi sektor ultra mikro. Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, menilai perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. 

Karena itu, pemberdayaan perempuan di sektor ultra mikro dianggap penting untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. 

Selain aspek finansial, penguatan mental juga menjadi bagian penting. Banyak perempuan yang sebelumnya merasa minder perlahan mulai berani memasarkan produk, berbicara di depan kelompok, hingga mengambil keputusan bisnis sendiri.

Pendampingan rutin membuat mereka tidak merasa berjalan sendirian. Ada ruang diskusi untuk membicarakan kesulitan usaha, mencari solusi bersama, hingga saling memberi dukungan antaranggota kelompok.

Dalam banyak keluarga prasejahtera, usaha ultra mikro sering kali menjadi penyangga utama kebutuhan rumah tangga. 

Meski skalanya kecil, penghasilan harian dari usaha rumahan mampu membantu biaya sekolah anak, kebutuhan pangan, hingga tagihan bulanan.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan kini dipandang bukan hanya soal bisnis kecil, tetapi juga strategi memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Semakin mandiri perempuan dalam mengelola usaha, semakin besar peluang keluarga keluar dari tekanan ekonomi berkepanjangan.

Model pendampingan yang dilakukan secara intensif juga dinilai menjadi pembeda dibanding layanan keuangan konvensional. 

Fokusnya tidak berhenti pada akses modal, melainkan menciptakan ruang tumbuh agar perempuan memiliki kemampuan bertahap untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui pendekatan seperti ini, petugas lapangan kerap menjadi lebih dari sekadar pendamping usaha. Bagi banyak ibu-ibu prasejahtera, mereka hadir sebagai sahabat belajar yang mendengar persoalan sehari-hari sekaligus memberikan semangat untuk terus bertahan. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral