- Gambar ilustrasi AI
Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional
tvOnenews.com - Dalam beberapa tahun terakhir, geliat atlet muda dari daerah mulai bermunculan dan menunjukkan potensi besar di berbagai ajang nasional.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa pengembangan olahraga berbasis komunitas di daerah mulai menemukan momentumnya, terutama di cabang atletik yang relatif mudah diakses masyarakat.
Di banyak negara maju, pembinaan atlet muda memang dimulai dari level komunitas dan sekolah. Di Jepang misalnya, budaya long-distance running sudah ditanamkan sejak usia sekolah melalui kompetisi antarsekolah seperti Ekiden yang sangat populer.
Sementara di Amerika Serikat, sistem cross country dan track and field di sekolah menengah menjadi fondasi utama lahirnya atlet profesional. Dukungan fasilitas, pelatih, hingga kompetisi rutin membuat bakat muda lebih cepat terpantau dan berkembang.
Indonesia perlahan mulai bergerak ke arah yang sama. Data World Athletics menunjukkan partisipasi masyarakat dalam olahraga lari terus meningkat di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara, seiring menjamurnya ajang marathon dan komunitas lari.
Di Indonesia sendiri, tren fun run hingga half marathon berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini membuka peluang besar bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial, terutama karena olahraga lari tidak membutuhkan fasilitas semahal cabang olahraga lainnya.
Melansir dari laman resmi, salah satu upaya pengembangan atlet muda daerah itu kini hadir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui program IFG Youth Runner 2026 yang digagas PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) bersama holding IFG.
Labuan Bajo selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesona alamnya, wilayah tersebut juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berbasis komunitas, khususnya cabang lari.
Melalui program ini, sebanyak 50 siswa tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Manggarai Barat dilibatkan dalam pembinaan olahraga yang berlangsung sejak April hingga Desember 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga pengembangan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri peserta.
Rangkaian kegiatannya mencakup coaching clinic, partisipasi dalam ajang marathon nasional, hingga pemberian beasiswa bagi peserta berprestasi. Pembinaan talenta muda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki ruang berkembang dan peluang masa depan yang lebih luas.