- Gambar ilustrasi AI
Daging Kurban Tak Harus Langsung Dimasak, Ini Tips Mengolahnya Jadi Rendang yang Tahan Lama dan Bernilai Gizi Tinggi
Penggunaan santan segar dan rempah-rempah lengkap juga menjadi kunci utama. Bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, serai, daun jeruk, dan daun kunyit tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga memiliki sifat antimikroba alami yang membantu memperpanjang daya simpan makanan.
Proses memasak rendang sebaiknya dilakukan dengan api kecil dalam waktu yang cukup lama. Teknik ini memungkinkan santan meresap sempurna ke dalam serat daging sekaligus mengurangi kadar air sehingga rendang menjadi lebih awet.
Sebagai contoh, masyarakat Minangkabau telah menerapkan metode memasak rendang selama berabad-abad.
Proses memasak dapat berlangsung hingga empat jam atau lebih sampai santan mengering dan menghasilkan warna cokelat kehitaman yang menjadi ciri khas rendang autentik.
Mengolah daging kurban menjadi rendang juga dinilai lebih efektif dalam kegiatan sosial. Dibandingkan daging mentah yang harus segera dimasak, rendang lebih mudah didistribusikan dan dapat dikonsumsi kapan saja oleh penerimanya.
Konsep inilah yang diterapkan dalam kegiatan "Kurban Jadi Rendang" yang digelar di Kampung Cahaya, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026). Kampung ini juga dikenal sebagai Kampung Gasong, merupakan kawasan yang mayoritas warganya bekerja sebagai pemulung.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket rendang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pengolahan daging kurban menjadi rendang dipilih karena memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Di tengah kondisi harga bahan pokok yang terus mengalami kenaikan dan berdampak pada masyarakat kecil, kepedulian sosial daging kurban yang telah diolah menjadi rendang diberikan kepada warga.
Rendang dipilih karena lebih tahan lama dan praktis untuk dikonsumsi. Daging kurban dapat lebih tahan lama, praktis dikonsumsi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi penerima.
Selain menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang mendunia, rendang juga memiliki nilai sosial yang kuat. Kemampuannya bertahan lebih lama membuat makanan ini sering digunakan dalam berbagai program bantuan pangan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses logistik.