- Gambar ilustrasi AI
Modus Dukun Pengganda Uang Makan Korban Lagi, Dua Residivis Tipu Warga Sidoarjo Rp22 Juta Berakhir Dibekuk Polisi
"Korban diiming-imingi oleh pelaku karena sedang butuh uang. Uang dari korban dimasukkan amplop, didoakan. Setelahnya kalau dipakai belanja, uang kembali tetap utuh. Misalnya Rp10 juta dipakai beli motor, uangnya kembali sehingga tetap utuh Rp22 juta," jelas Kompol Grandika Indera Waspada saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto.
Demonstrasi Penggandaan Uang hingga Korban Kehilangan Rp22 Juta
Untuk meyakinkan korban, kedua pelaku terlebih dahulu melakukan demonstrasi menggunakan uang Rp100 ribu di depan sebuah minimarket di wilayah Pandaan, Pasuruan. Dalam aksi tersebut, korban diminta memasukkan uang ke dalam amplop sebelum Rosid berpura-pura membacakan doa.
Tanpa disadari korban, pelaku telah menyiapkan amplop lain yang juga berisi uang Rp100 ribu. Setelah korban menggunakan uang tersebut untuk berbelanja, pelaku meminta korban memeriksa amplop yang masih berisi uang dengan nominal sama. Trik sederhana itu membuat korban percaya bahwa uang yang telah dibelanjakan benar-benar kembali.
Rosid bahkan mengakui ide menjalankan modus tersebut berawal dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi korban penipuan serupa.
"(Inspirasi dari mana?) Saya pernah dibohongi seperti itu, kena tipu Rp5 juta," kata Rosid kepada penyidik.
Setelah korban benar-benar yakin, pertemuan kembali dilakukan di halaman masjid Dusun Slawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/6/2026).
Di dalam mobil Honda Brio rental, Rosid berpura-pura melakukan ritual terhadap uang tunai Rp22 juta milik korban.
Saat korban lengah, uang tersebut diam-diam ditukar dengan amplop lain yang telah diisi potongan kertas HVS. Misrianto diketahui berperan menyiapkan amplop beserta tumpukan kertas tersebut.
Korban diminta membuka amplop setelah tiba di rumah. Namun karena mulai curiga, Subakir langsung memeriksanya sesaat setelah turun dari mobil. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati isi amplop hanya berupa potongan kertas putih.
"Karena curiga, setelah turun dari mobil, korban membuka amplop dari pelaku. Ternyata isinya potongan kertas," terang Grandika.
Korban sempat menghadang mobil para pelaku dan bahkan memecahkan kaca kendaraan tersebut. Namun Rosid dan Misrianto berhasil melarikan diri sambil membawa uang korban sebesar Rp22 juta.