- Tim tvOne
USU Gelar ICoPOF 2026, Perkuat Kolaborasi Global untuk Pembangunan Kependudukan dan Keluarga
Sebagai salah satu narasumber internasional, UNFPA Indonesia Representative Dr. Hassan Mohtashami menyampaikan bahwa UNFPA telah lama menjadi mitra strategis Indonesia dalam mendukung pembangunan kependudukan dan keluarga.
Menurutnya, semangat kolaborasi yang diusung ICoPoF 2026 sejalan dengan komitmen UNFPA dalam memperkuat pembangunan berbasis bukti melalui riset, pengembangan kebijakan, serta investasi pada sumber daya manusia.
Ketua Panitia ICoPoF 2026 sekaligus Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH, Sp.Park, menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).
Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan.
“Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi ilmiah yang konkret, tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
ICoPoF 2026 menghadirkan narasumber dan peneliti dari dalam maupun luar negeri melalui sesi pleno dan sesi paralel. Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus maupun jurnal nasional terakreditasi.
Konferensi ini diikuti 86 peserta, yang terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring. Para peserta mewakili 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah dari Indonesia maupun luar negeri.
Melalui penyelenggaraan ICoPoF 2026, USU bersama Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi internasional, dan para pemangku kepentingan dalam menghasilkan riset serta kebijakan pembangunan kependudukan dan keluarga yang berbasis bukti, guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.