news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bukan Lagi Ekspor Bahan Mentah, Hilirisasi Mineral Bikin Nilai Bauksit Melonjak dari US$40 Jadi US$3.200.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Bukan Lagi Ekspor Bahan Mentah, Hilirisasi Mineral Bikin Nilai Bauksit Melonjak dari US$40 Jadi US$3.200

Hilirisasi mineral mengubah cara Indonesia memanfaatkan kekayaan tambang. Nilai bauksit disebut melonjak dari US$40 menjadi US$3.200 per ton setelah diproses
Sabtu, 26 September 2026 - 16:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Indonesia membutuhkan sumber pertumbuhan baru untuk memperkuat kinerja ekonominya. Ketergantungan pada industri ekstraktif dan penjualan komoditas dalam bentuk mentah membuat sebagian nilai ekonomi sumber daya alam justru terbentuk di luar negeri. 

Karena itu, pengolahan mineral di dalam negeri semakin ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi industrialisasi nasional.

Dengan kekayaan sumber daya mineral dan batu bara yang besar, Indonesia memiliki bahan baku untuk membangun rantai industri yang lebih panjang. 

Tantangannya bukan sekadar bagaimana menambang lebih banyak, melainkan bagaimana mengubah hasil tambang tersebut menjadi produk dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Di titik inilah hilirisasi menjadi penting karena prosesnya mempertemukan sektor pertambangan dengan manufaktur, teknologi, investasi, energi, hingga rantai pasok industri.

Gambaran sederhananya terlihat dari bauksit. Komoditas yang semula memiliki nilai sekitar US$40 per metrik ton dapat diproses menjadi alumina sekitar US$350 per ton, kemudian meningkat hingga sekitar US$3.200 per ton ketika menjadi aluminium. 

Angka tersebut menunjukkan bagaimana satu komoditas dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berbeda ketika melewati lebih banyak tahapan pengolahan di dalam negeri.

Negara Maju Juga Mengandalkan Rantai Nilai, Bukan Sekadar Tambang

Pola mengembangkan industri berbasis pengolahan mineral bukan hanya terjadi di negara berkembang. Sejumlah negara industri justru menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi dapat dibangun melalui kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk antara maupun produk akhir.

Jepang, misalnya, memiliki sumber daya mineral domestik yang terbatas sehingga mengandalkan impor berbagai bijih dan konsentrat. Namun bahan baku tersebut masuk ke dalam basis industri pengolahan yang kuat.

Data U.S. Geological Survey mencatat sektor manufaktur Jepang menyumbang sekitar 19 persen terhadap PDB pada 2024, sementara sektor pertambangan hanya sekitar 0,1 persen. Jepang juga mengimpor bijih besi dan bahan mineral lain untuk kemudian menghasilkan produk seperti baja dan berbagai produk manufaktur.

Korea Selatan memberikan contoh lain. Negara tersebut menjadi salah satu pengolah bahan baku mineral penting dunia meskipun sebagian besar bahan mentahnya berasal dari impor. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral