- Istimewa
34 Tahun Perjuangan Ponpes Assalam, Cetak Santri Berprestasi Dunia dari Pedalaman Kutai Barat
Perkembangan pendidikan tersebut turut membuka kesempatan bagi para alumni untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Sejumlah lulusan Ponpes Assalam diketahui melanjutkan pendidikan ke Mesir, Pakistan, Libya, hingga Turki.
Tetap Berdakwah hingga Pelosok Sungai Mahakam
Di tengah perkembangan pesantren, KH Arief tetap memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah terpencil. Untuk mencapai Kampung Gabung Baru, rombongan harus melewati jalur darat yang berdebu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan perahu ces menyusuri Sungai Mahakam selama hampir dua jam.
Kegiatan dakwah di wilayah tersebut tidak hanya dilakukan melalui ceramah. KH Arief juga mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan pendampingan secara langsung, termasuk menjenguk dan mendoakan seorang mualaf berusia 65 tahun yang sedang terbaring sakit akibat stroke.
Kehadiran pesantren pun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Rendi, salah seorang warga Kampung Gabung Baru, mengatakan KH Arief dan para santri secara rutin membantu warga mempelajari ajaran Islam, mulai dari tata cara salat hingga persoalan keagamaan lainnya.
"Sangat membantu sekali seluruh masyarakat di Kampung Gabung Baru ini. Beliau selalu tidak hentinya membantu kami dari yang awalnya tidak tahu cara shalat sampai masalah keagamaan lainnya. Kalau beliau berhalangan hadir, para santrinya yang datang berdakwah setiap bulan," tutur Rendi.
Menurut Rendi, masyarakat yang sebelumnya kurang memahami agama kini semakin terbuka dan mendukung kegiatan dakwah. Bahkan, warga turut mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Ponpes Assalam.
Dua anak Rendi sendiri telah menyelesaikan pendidikan di pesantren tersebut dan menjadi alumni. Pengalaman itu menjadi salah satu gambaran kontribusi Ponpes Assalam dalam mendampingi masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Santri Berprestasi hingga Kejuaraan Internasional
Selain mengembangkan pendidikan agama, Ponpes Assalam Arya Kemuning juga mendorong prestasi santri di bidang akademik dan olahraga. Para santri berhasil meraih Juara 1 Bidang Studi Geografi Terintegrasi tingkat kabupaten serta Juara 2 Matematika Terintegrasi tingkat provinsi.
Pesantren ini juga aktif mendorong perkembangan olahraga panahan dan kepramukaan di Kutai Barat. Salah satu santriwati yang menorehkan prestasi di tingkat internasional adalah Dyvana Aprielian Putri.