- Antara
Perkenalkan Amel, Wanita Pertama di Dunia Bergelar Doktor Konservasi Bekantan
Langkah pertama dia bergerak untuk menyelamatkan kawasan yang tersisa dengan cara membeli kembali lahan di sekitar pulau tersebut untuk dilakukan restorasi dengan ditanami pohon mangrove rambai yang merupakan vegetasi bakau utama dan pakan utama bekantan.
Meski begitu, program yang dilakukan tidak mudah karena membutuhkan dana besar, sedangkan ia sendiri hanya seorang dosen muda, serta teman-temannya satu tim kebanyakan masih mahasiswa waktu itu.
Akan tetapi dengan niat yang tulus dan bekerja karena hati, Amel dan timnya membuat program wakaf lahan yang diberinya nama "Buy Back Land" untuk membeli kembali lahan yang telah beralih fungsi.
Melalui para dermawan yang dengan ikhlas membelikan lahan dan kemudian mewakafkan ke SBI, akhirnya sejengkal demi sejengkal dapat dibebaskan.
Restorasi mangrove rambai
Lahan itu kemudian dijadikan kawasan penyangga habitat bekantan. Di lahan tersebut juga dibangun Stasiun Riset Bekantan untuk menunjang penelitiannya lebih lanjut.
Untuk menambah daya dukung kawasan habitat bekantan Pulau Curiak, dilakukan restorasi mangrove rambai yang kini luas pulau bertambah menjadi 4,01 hektare dari awalnya hanya 2,7 hektare.
Perjuangan Amel di bidang studi untuk meraih doktor bekantan tak kalah hebatnya dengan perjuangannya dalam menyelamatkan bekantan di kawasan Pulau Curiak yang hutan mangrovenya nyaris lenyap.
Saat itu hanya tersisa 2 hektare lebih dan dihuni bekantan tidak lebih dari 14 individu waktu itu.
Dia berpacu dengan waktu demi berjuang menyelamatkan satwa yang telanjur mengisi hatinya.
Kondisi itu sempat membuatnya terdiam, terutama ketika harus menerima kenyataan mengambil cuti 1 semester kuliah karena tidak mampu membayar biaya studi dan penelitian.
Sebagai anak tunggal dan yatim, ditinggal sang ayah yang merupakan tulang punggung ekonomi satu-satunya, tentu perjuangan ini tidak mudah.
Baginya, penelitian tentang strategi pengelolaan habitat bekantan di luar kawasan konservasi bukan saja karya tulis ilmiah untuk meraih studi doktoralnya.
Lebih dari itu menjadi simbol perjuangan menyelamatkan bekantan itu sendiri beserta habitatnya.
Amel berharap hasil penelitiannya ini menjadi role model dalam mengelola sebuah kawasan, terutama di luar kawasan konservasi, yang mana satwa liar bisa hidup harmonis dengan manusia sehingga upaya konservasi dapat dicapai.