- Tim tvone - hery sampurno
Antrian 30 Km di Gilimanuk, Mudik Lebaran Berdekatan Nyepi Picu Kepadatan Ekstrem
Jembrana, tvOnenews.com — Arus mudik lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk memuncak dan memicu antrean kendaraan hingga 30 kilometer. Lonjakan ini dipicu momentum mudik yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, menyebabkan penyeberangan lintas Bali–Jawa harus dihentikan sementara.
Ribuan kendaraan pemudik, didominasi mobil pribadi, terlihat menumpuk sejak di dalam area pelabuhan hingga keluar kawasan, bahkan mengular panjang di jalur utama menuju pelabuhan.
Situasi semakin padat karena banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari penutupan jalur penyeberangan yang menghubungkan Bali dan Jawa.
Berdasarkan kebijakan operasional, penyeberangan di Pelabuhan Ketapang ditutup mulai Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB, sementara di Gilimanuk penutupan dilakukan pada Kamis (19/3) pukul 05.00 WITA.
Aktivitas penyeberangan baru akan kembali dibuka pada Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.
Kondisi ini membuat pemudik berpacu dengan waktu, sehingga gelombang kendaraan datang bersamaan dan sulit diurai dalam waktu singkat.
Di dalam pelabuhan, ratusan kendaraan terlihat memenuhi kantong parkir yang tersedia. Sementara di luar, antrean kendaraan nyaris tidak bergerak dalam waktu lama.
Sejumlah pemudik mengaku harus menunggu berjam-jam hanya untuk bisa masuk ke area pelabuhan.
Salah satunya adalah Adam, pemudik asal Jawa yang bekerja di Bali. Ia mengaku memilih mudik di waktu terakhir untuk menghindari kepadatan, namun justru terjebak antrean panjang.
“Ini mudik paling berat yang saya alami. Masuk pelabuhan saja butuh delapan jam, antreannya panjang sekali seperti tidak bergerak. Sudah capek di jalan, ditambah harus nunggu lama seperti ini,” ujar Adam.
Menurutnya, kondisi tersebut jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama karena waktu mudik yang beririsan dengan Nyepi.
Lonjakan kendaraan juga diperparah oleh masih beroperasinya truk logistik, yang membuat kapasitas jalan menuju pelabuhan semakin terbebani.
Data posko lebaran menunjukkan, pada H-6 tercatat sebanyak 80.416 penumpang, meningkat sekitar 33,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 60.099 penumpang.
Untuk mengurai kepadatan, pihak ASDP Ketapang–Gilimanuk mengoperasikan 35 kapal di delapan dermaga. Namun tingginya volume kendaraan membuat antrean tetap mengular panjang.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga penutupan pelabuhan, seiring meningkatnya jumlah pemudik yang berusaha menyeberang sebelum akses ditutup sementara selama perayaan Nyepi. (hso/hen)