- Pixabay
Yacht Sourcing dan Co-Ownership: Investasi Baru atau Sekadar Gaya Hidup Mewah?
tvOnenews.com - Dalam lanskap industri maritim global, kepemilikan yacht tidak lagi sesederhana simbol kemewahan pribadi.
Dalam satu dekade terakhir, muncul pendekatan baru yang lebih rasional terhadap aset ini, terutama di negara-negara maju.
Biaya operasional yang tinggi, diperkirakan mencapai 10–15 persen dari nilai yacht per tahun, mendorong pemilik mencari model kepemilikan yang lebih efisien.
Di Eropa dan Amerika Serikat, tren fractional ownership atau kepemilikan bersama mulai berkembang sebagai solusi. Model ini memungkinkan beberapa pihak berbagi biaya pembelian, perawatan, hingga operasional.
Praktik serupa sebelumnya sudah mapan di sektor lain, seperti jet pribadi melalui perusahaan seperti NetJets, yang menjadi rujukan bagaimana aset mahal dapat dikelola secara kolektif tanpa kehilangan nilai fungsionalnya.
Melansir dari berbagai sumber, konsep inilah yang kemudian dikenal sebagai bagian dari pendekatan yacht sourcing, yakni layanan yang tidak hanya berfokus pada transaksi jual-beli, tetapi juga mencakup perencanaan kepemilikan, struktur pembiayaan, hingga optimalisasi penggunaan aset.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah pendekatan ini benar-benar membuka peluang investasi, atau tetap berada di ranah gaya hidup eksklusif.
Di pasar internasional, perubahan cara pandang terhadap yacht cukup jelas. Jika sebelumnya kepemilikan penuh menjadi standar, kini semakin banyak calon pemilik mempertimbangkan efisiensi biaya dan utilisasi.
Sebagai ilustrasi, di kawasan Mediterania, yacht yang dikelola dalam skema charter dapat beroperasi hingga 20–30 minggu per tahun.
Dengan tingkat utilisasi seperti itu, sebagian biaya operasional dapat tertutupi, meskipun tidak selalu menjamin keuntungan bersih.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua yacht dirancang sebagai instrumen investasi. Nilainya tetap sangat bergantung pada lokasi, manajemen, serta kondisi pasar pariwisata.
Dalam banyak kasus, yacht lebih tepat diposisikan sebagai aset konsumtif dengan potensi offset biaya, bukan sebagai sumber keuntungan utama.
Diskusi di Bali: Menguatnya Minat pada Model Kepemilikan Alternatif
Di Indonesia, khususnya Bali, tren ini mulai mendapat perhatian. Yacht Sourcing mengangkat isu tersebut melalui forum diskusi terbatas bertajuk The Maritime Circle: A Private Briefing on Yacht Co-Ownership in Bali di Black Stone Yacht Club.