- Pixabay
Yacht Sourcing dan Co-Ownership: Investasi Baru atau Sekadar Gaya Hidup Mewah?
Forum ini dihadiri oleh investor, pengusaha, dan klien privat yang ingin memahami pendekatan kepemilikan yacht secara lebih terstruktur.
Salah satu fokus utama adalah model co-ownership yang dinilai lebih fleksibel dibandingkan kepemilikan penuh. Boum, CEO Yacht Sourcing menyampaikan adanya pergeseran dalam cara klien mendekati kepemilikan yacht, dengan fokus yang lebih besar pada efisiensi dan strategi jangka panjang.
Diskusi juga menyoroti bahwa keputusan memiliki yacht kini tidak lagi hanya didorong oleh preferensi gaya hidup, tetapi juga pertimbangan biaya, utilisasi, dan pengelolaan jangka panjang.
Model kepemilikan bersama membawa konsekuensi yang lebih kompleks dibandingkan kepemilikan tunggal. Salah satu aspek penting adalah kejelasan struktur hukum.
Yakub Hasibuan dari Hasibuan Law menekankan pentingnya pengaturan hak dan kewajiban antar pemilik, termasuk mekanisme penggunaan, pembagian biaya, serta skema keluar dari kepemilikan.
Di sisi lain, perlindungan asuransi juga menjadi faktor krusial. Loris, Insurance Risk Manager di BPI, menyoroti bahwa risiko dalam industri ini mencakup kerusakan aset, kecelakaan, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik di negara maju, di mana aset bernilai tinggi selalu diikuti dengan manajemen risiko yang ketat.
Antara Gaya Hidup dan Investasi
Perkembangan konsep yacht sourcing menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap kepemilikan yacht. Namun, batas antara investasi dan gaya hidup tetap perlu dipahami secara realistis.
Secara umum, yacht masih tergolong aset dengan biaya tinggi dan likuiditas terbatas. Meskipun model seperti co-ownership dan charter dapat membantu mengurangi beban biaya, potensi keuntungan tetap tidak sebanding dengan instrumen investasi konvensional.
Dengan demikian, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat yacht sebagai kombinasi antara aset gaya hidup dan strategi pengelolaan biaya, bukan sebagai instrumen investasi utama. Diskusi yang berkembang di Bali mencerminkan tahap awal perubahan tersebut di Indonesia.
Seiring meningkatnya minat terhadap sektor maritim, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai aspek finansial, hukum, dan operasional akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah model ini dapat berkembang secara berkelanjutan. (udn)