news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT Pertamina EP dan SKK Migas secara resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH)..
Sumber :
  • Antara

Pertamina EP Mulai Pengembangan Lapangan Bambu Merah

PT Pertamina EP dan SKK Migas secara resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH).
Jumat, 23 Januari 2026 - 14:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT Pertamina EP dan Satuan KerjaKhusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) secara resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU) pada akhir 2025. Pelaksanaan First Cutting Ceremony berlangsung di Workshop Fabricator di Cikarang, Jawa Barat, yang menjadipenanda dimulainya fase penting dalampembangunan fasilitas produksi minyak dan gas di wilayah Subang.

Kegiatan first cut of steel dilakukan untuk memulai pekerjaan fabrikasi unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dan scrubber, yang merupakan bagian integral dari peningkatan kapasitas pemrosesan gas Bambu Merah. Proyek ini dilaksanakan sesuai ruanglingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan dan Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancanguntuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah di SP CLU melalui tindak lanjut peningkatanfasilitas produksi. Setelah rampung, produksi minyak akan dialirkan ke Booster Station (BS) Cilamaya. Sementara gas diproses untuk memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan produksigas dari lapangan-lapangan lainnya. Untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang baik, air terproduksi akan diinjeksikan kembali ke sumur-sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU.

Secara keseluruhan, pengembangan struktur BambuMerah diproyeksikan menghasilkan produksi puncaksebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD)gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak atau292,5 barek minyak per hari (BOPD), secara net. Fasilitas yang dikembangkan mencakup gas scrubberberkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU)berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta fasilitaspendukung lainnya.

Ahmad Firdaus Fasa, Manager Project Pertamina EP Zona 7, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan dan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tonggak signifikan dalam upaya peningkatan kapasitas produksi migas. 

“Tahap fabrikasi ini merupakan tonggak penting bagiproyek Bambu Merah. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral