- instagram Dedimulyadi71
Solusi Nyeleneh Dedi Mulyadi: Sopir Angkot Digaji Rp4,2 Juta Jadi Pengangkut Sampah, Netizen: Ga Akan Semua Terbantu oleh KDM
tvOnenews.com - Langkah berani Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik. Di tengah kemacetan kronis Lembang, ia menawarkan solusi tak biasa: mengalihkan sopir angkot menjadi pengemudi mobil sampah dengan gaji Rp4,2 juta per bulan.
Kebijakan ini langsung memicu perdebatan, di satu sisi dipuji sebagai langkah cerdas, di sisi lain memantik kritik tajam dari warga.
Masalah angkot ngetem di pinggir jalan memang sudah lama menjadi keluhan utama masyarakat. Dengan jumlah armada yang berlebih dibanding penumpang, praktik berhenti sembarangan kerap memicu kemacetan.
Kini, melalui pendekatan berbeda, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoba merombak sistem dari hulu, bukan sekadar menertibkan, tetapi mengubah profesi.
Solusi Unik: Sopir Angkot Dialihkan Jadi Pengemudi Sampah
Program ini menawarkan jalan keluar konkret bagi sopir angkot yang selama ini bergantung pada pendapatan harian tidak menentu. Mereka diberi opsi menjadi pengemudi armada sampah dengan gaji tetap Rp4,2 juta per bulan.
“Upahnya lebih bagus daripada menarik angkot yang rata-rata hanya bisa membawa pulang Rp50 ribu per hari,” ujar Dedi Mulyadi.
Jika dibandingkan, pendapatan sopir angkot yang berkisar Rp1,5 juta per bulan jelas jauh di bawah tawaran tersebut. Selain peningkatan penghasilan, pekerjaan ini juga memberikan kepastian finansial yang lebih stabil.
Namun, program ini bukan hanya soal kesejahteraan. Di baliknya, ada upaya mengurangi jumlah angkot di jalan yang dinilai sudah tidak seimbang dengan kebutuhan penumpang.
Dengan berkurangnya armada, diharapkan kemacetan di kawasan wisata seperti Lembang bisa ditekan secara signifikan.
- instagram Dedimulyadi71
Komentar Warga: Antara Apresiasi dan Kritik Tajam
Kebijakan ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di akun Instagram Dedi Mulyadi. Banyak warga memberikan dukungan atas langkah tersebut.
“Perlahan tapi pasti, marwah Jabar benar-benar terangkat,” tulis salah satu netizen.
Komentar lain juga menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata.
“Ga akan semua terbantu oleh KDM, tapi ini langkah cerdas. Bersyukur melihat saudara kita terbantu,” tulis pengguna lainnya.