- Istimewa
Bahlil Lahadalia Tekankan SOKSI Sebagai Ujung Tombak Partai Golkar
Bandung, tvOnenews.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia hadir dalam kegiatan penutupan Rakernas I dan Rapimnas I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/5/2026).
Bahlil menekankan jika SOKSi meruapakan ujung tombak bagi Partai Golkar dalam menghasilkan tokoh-tokoh yang sangat dibutuhkan dan menjadi dapur pengkaderan.
"SOKSI adalah salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang peranannya cukup strategis. Karena itu, lewat pengukuhan ini, saya harapkan SOKSI segera melakukan konsolidasi kerja lapangan dalam rangka meningkatkan kualitas kader dan sekaligus bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kursi nanti di parlemen di semua tingkatan, DPR RI, DPRD Provinsi hingga Kabupaten/Kota," kata Bahlil.
Bahlil juga meminta agar kader-kader SOKSI memberikan kontribusi terbaiknya dalam mewarnai sistem politik nasional ke depan.
"Acara ini adalah bentuk konsolidasi yang sangat dibutuhkan," tegasnya.
Ia berharap SOKSI untuk kembali pada khitah perjuangannya sebagai dapur pengkaderan utama yang menyuplai tokoh-tokoh bangsa berkualitas bagi Partai Golkar.
Bahlil menekankan bahwa SOKSI sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri harus aktif memboboti partai dengan melahirkan kader-kader yang kritis dan vokal, bukan sekadar menjadi pengikut (follower).
Rekrutmen dan kaderisasi yang matang di tingkat internal dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas dan performa politik Golkar di masa depan.
"Jadi SOKSI harus memboboti partai. Golkar dasar akarnya salah satu di antaranya adalah SOKSI. Bukan Golkar-nya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar. Ini," ujar Bahlil Lahadalia dalam pidatonya.
Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan wadah politik yang sangat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Papua tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kasta.
Ia menolak keras adanya dikotomi kepemimpinan atau sistem kasta yang mengutamakan kelompok tertentu seperti kelompok darah biru dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Untuk itu, kompetisi yang sehat akan terus dibangun di internal Golkar guna memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kader yang memiliki komitmen dan kompetensi tinggi.