- ANTARA
Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi
tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja selesai melakukan puncak acara kirab budaya milangkala tatar sunda mahkota binokasih pada Sabtu (16/5/2026) di Kota Bandung.
Pria yang akrab disapa KDM ini berniat memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan kajian akademik yang komprehensif terkait Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.
Ia menyebutkan bahwa naskah ilmiah terkait Mahkota Binokasih tersebut sangat krusial untuk mengubah stigma mistis di masyarakat menjadi pemahaman sejarah yang rasional.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Hal itu ditegaskan KDM dalam Diskusi Kecagarbudayaan bertajuk Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake yang digelar di Museum Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
"Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya, dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama," ujar KDM dilansir tvOnenews.com dari laman Jabarprov, Senin (18/5/2026).
Lebih dari sekadar arsip, KDM memproyeksikan naskah akademik ini sebagai cetak biru masa depan Jawa Barat.
Nilai-nilai sejarah tersebut akan dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan tata ruang, tata bangunan, hingga tata kelola pendidikan dan kesehatan agar tercipta keselarasan antara masa lalu dan masa depan.
Melacak Kejayaan Pajajaran Lewat Prasasti Batutulis
Kota Bogor yang menjadi lokasi penemuan Prasasti Batutulis diyakini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Pakuan Pajajaran. Ahli Epigrafi Titi Surti Nastiti menjelaskan bahwa prasasti tersebut dibuat atas perintah Raja Surawisesa.
Tujuannya adalah untuk memperingati jasa-jasa pendahulunya, yakni Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi (1482–1521), yang sukses menata dan memajukan Ibu Kota Pakuan Pajajaran.
Titi menambahkan, runtuhnya kerajaan dan kuatnya pengaruh kerajaan Islam di Pulau Jawa pada abad-abad berikutnya membuat sisa peninggalan fisik Pajajaran tak banyak tersisa, sehingga keberadaan prasasti ini menjadi sangat bernilai.
- Ist
Ahli BRIN Ungkap Rahasia Kosmologi di Mahkota Binokasih
Meskipun banyak peninggalan yang sirna, kemegahan Pajajaran masih tercermin utuh pada Mahkota Binokasih yang selama ini dirawat oleh Keraton Sumedang Larang.
Merujuk naskah kuno Carita Parahyangan, mahkota emas ini awalnya dibuat di Kerajaan Galuh sebagai simbol legitimasi kekuasaan.