- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Haru! Dedi Mulyadi Tawarkan Pekerjaan Baru untuk Pedagang Cicadas yang Hidup dari Rp30 Ribu
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menawarkan pekerjaan baru kepada seorang pedagang di Pasar Cicadas setelah mengetahui kondisi penghasilannya yang sangat minim.
Sosok yang akrab disapa KDM itu merasa prihatin ketika mengetahui ada pedagang kopi dan rokok yang hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp30 ribu per hari.
Kondisi tersebut terjadi di tengah polemik penataan Pasar Cicadas yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sejak sekitar 27 tahun lalu, keberadaan kios dan lapak di kawasan tersebut kerap menuai protes warga karena dianggap menyebabkan kemacetan.
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Penertiban pun dilakukan oleh Satpol PP dengan membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan.
Namun, para pedagang tidak langsung menerima kebijakan tersebut. Sebagian dari mereka tetap bertahan di lapak masing-masing.
Menanggapi situasi itu, Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi untuk berdialog secara persuasif dengan para pedagang.
Setelah berbincang dengan Koordinator Pasar Cicadas, Amang Herman, disepakati bahwa pembongkaran dilakukan demi penataan pedestrian di Bandung.
Konsekuensinya, para pedagang tidak lagi bisa berjualan seperti sebelumnya. Menyadari hal itu, Dedi Mulyadi kemudian menemui satu per satu pedagang, termasuk Abah Hartoyo, penjual kopi dan rokok yang telah lama berdagang di sana.
“Udah berapa tahun (jualan di pasar Cicadas)?,” tanya KDM.
“23 tahun,” jawab Abah Hartoyo.
Dalam percakapan tersebut, terungkap bahwa penghasilan Abah Hartoyo tidak menentu dan cenderung kecil setiap harinya.
“Jualan rokok, minuman, segala rupa. Penghasilan seharian berapa? 50 ribu rata-rata ya kan spekulasi, kadang 40 ribu, kadang bisa jadi 30 kalo apes,“ rinci KDM setelah berbincang dengan pedagang tersebut.
Meski menghadapi penertiban, proses negosiasi antara pemerintah dan para PKL berlangsung cukup kooperatif. Beberapa pedagang bahkan bersedia direlokasi dan beralih pekerjaan.
Abah Hartoyo menjadi salah satu yang menerima tawaran tersebut. Ia ditawari pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Kota Bandung oleh Dedi Mulyadi.
“Jadi, abah bersedia kalo diganti pekerjaan jadi penyapu kota?,” tanya Dedi Mulyadi.
“Siap,” jawab Abah Hartoyo.
Dedi Mulyadi juga memastikan bahwa para mantan pedagang akan mendapatkan penghasilan tetap setelah bekerja sebagai petugas kebersihan.