Soal Beredarnya Isu Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Dedi Mulyadi: Ada yang Lempar Wacana, Buat Cerita-Cerita di Media Sosial
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel - AI ChatGPT
Jakarta, tvOnenews.com - Soal beredarnya isu perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan tidak ada rencana perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda.
Adapun isu perubahan nama itu mencuat di media sosial usai peringatan Milangkala Tatar Sunda yang puncaknya digelar pada 18 Mei 2026.
“Ada yang melempar wacana, membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain,” ujarnya, Selasa (20/5/2026).
Dedi Mulyadi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan tetap fokus bekerja menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat, bukannya membahas soal perubahan nama daerah.
“Namanya tetap Jawa Barat,” tegasnya.
Selain meluruskan soal isu tersebut, KDM turut mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Menurut KDM, semangat Milangkala Tatar Sunda menjadi momentum untuk mengingat identitas, asal-usul serta arah pembangunan masyarakat Sunda dan Jawa Barat ke depan.
“Ini adalah spirit bagi kita semua untuk terus mengingat kembali siapa diri kita, berasal dari mana dan hendak ke mana pembangunan yang dilakukan,” terangnya.
KDM menyebut identitas budaya merupakan kekuatan penting dalam membangun visi dan misi masa depan baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.
Dedi Mulyadi lantas mengajak masyarakat untuk terus beraktivitas dan berkarya demi kebaikan keluarga serta masyarakat luas.
“Sehat, sukses selalu dan terus beraktivitas untuk kebaikan kehidupan kita, keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (nsi)
Load more