- instagram Dedimulyadi71
Reaksi Wargi Bandung Usai KDM Lakukan Penertiban PKL Cicadas: Yang Ngamuk Ratusan Orang, yang Bahagia Riibuan Warga Bandung!
Penertiban tersebut juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan Bandung Timur agar lebih tertib, bersih, dan mendukung mobilitas masyarakat.
Video Cicadas Bersih Viral, Warga Bandung Ramai Mendukung
Unggahan video proses pembersihan Cicadas langsung menarik perhatian publik di media sosial. Banyak warga Bandung mengaku senang melihat kawasan yang selama ini dikenal padat dan semrawut mulai terlihat lebih lega dan tertata.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari warga yang meminta kawasan Cicadas ditata seindah Braga dan Asia Afrika.
“Pak mohon buatlah Cicadas seindah Braga, karena Bandung bukan hanya Asia Afrika, Braga, Dago, Riau yang estetik. Buatlah Bandung Timur indah dan naik level,” tulis seorang warganet.
Komentar lain menyebut penataan kawasan Cicadas sebagai perubahan besar setelah puluhan tahun kondisi trotoar dipenuhi lapak liar.
- instagram Dedimulyadi71
“Setelah berapa puluh tahun ini? Alhamdulillah, tos ditata, tinggal dijaga, dirawat,” tulis akun lainnya.
Bahkan ada warga yang meminta pemerintah menambahkan taman kecil dan lampu jalan agar kawasan tersebut semakin nyaman untuk masyarakat.
“Yang ngamuk ratusan orang, tapi yang bahagia ribuan orang melihat kebersihan Cicadas,” tulis komentar lain yang ikut viral di media sosial.
Di tengah dukungan masyarakat, isu kompensasi bagi PKL terdampak juga ikut menjadi perhatian publik. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa secara aturan pemerintah sebenarnya tidak memiliki kewajiban memberi ganti rugi kepada pedagang yang menempati fasilitas umum.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan ekonomi agar para pedagang tetap memiliki peluang melanjutkan usaha di lokasi yang lebih sesuai.
“Tapi ini adalah pertimbangan ekonomi. Para pedagang pertimbangan kemanusiaan. Sehingga siklus ekonominya harus berjalan sebelum mendapat pekerjaan atau mendapat jenis usaha lain yang tidak mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.
Dedi juga mengakui dirinya menerima kemarahan para pedagang sebagai bagian dari konsekuensi kebijakan publik. Namun ia menegaskan pemerintah tidak mungkin memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada seluruh pedagang terdampak.
“Tapi kalau saya harus memberi miliar-miliar, enggak mungkin juga. Karena kemampuan keuangan kita kan tidak mungkin kasih bantuan bermiliar-miliar pada orang,” ujarnya.