- Instagram @dedimulyadi71
Mengenal Aman Yani, Buron Rp750 Juta Kasus Pembunuhan Haji Sahroni Indramayu yang Disayembarakan KDM
tvOnenews.com – Sosok Aman Yani mendadak menjadi pusat perburuan publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan sayembara fantastis bernilai Rp750 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukannya.
Publik pun dibuat penasaran, siapakah sebenarnya pria yang kini tengah dicari-cari ini KDM?
Nama Aman Yani mencuat ke permukaan setelah dituding secara langsung oleh salah satu terdakwa sebagai otak intelektual di balik pembunuhan Haji Sahroni dan keluarga di Desa Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.
- Kolase Antara/Fathnur Rohman & Instagram/@indramayuterkini
Aksi pembantaian keji tersebut diketahui merenggut lima nyawa sekaligus dalam satu rumah. Para korban adalah Haji Sahroni (75), Budi (45) yang merupakan anak Sahroni, Euis (40) selaku istri Budi, serta dua anak mereka yang masih sangat kecil, yakni RK (7) dan B yang baru berusia 8 bulan.
Jasad kelima korban baru ditemukan pada 1 September 2025. Terkait peristiwa berdarah ini, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang tersangka yang kini berstatus terdakwa, yaitu Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).
Pengakuan Terdakwa di Persidangan: Seret Nama Aman Yani Soal Utang Piutang
Dalam jalannya persidangan yang digelar baru-baru ini, sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut para terdakwa. Ririn menyebut bahwa eksekutor pembunuhan tersebut sebenarnya berjumlah lima orang.
Terdakwa lainnya, Priyo, kemudian membeberkan nama-nama aktor utama yang ditudingnya sebagai pelaku pembunuhan, yakni Aman Yani, Joko, Yoga, dan Hadi.
Di hadapan majelis hakim, Priyo mengklaim bahwa Aman Yani sempat terlibat cekcok hebat dengan salah satu korban, Budi, terkait masalah utang piutang sebesar Rp120 juta yang mandek sejak tahun sebelumnya.
Priyo berkilah bahwa dirinya hanya diminta membantu menguburkan kelima jasad korban dalam satu liang lahat serta membersihkan ceceran darah di lokasi kejadian. Ia juga mengaku diberikan uang tutup mulut sebesar Rp8 juta, perhiasan, serta dijanjikan upah tambahan Rp100 juta oleh Aman Yani agar tetap bungkam.
Keluarga Ragukan Kesaksian: Aman Yani Sudah Hilang 10 Tahun Lalu
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71
Mendengar jalannya persidangan, pihak keluarga Aman Yani justru merasa janggal dan meragukan kesaksian para terdakwa.
Pasalnya, Aman Yani diketahui sudah hilang misterius tanpa kabar sejak bulan Maret tahun 2016 silam—jauh sebelum pembunuhan berdarah di Paoman terjadi.
Kala itu, Aman Yani yang baru saja memutuskan mundur (resign) dari pekerjaannya di salah satu bank pelat merah, sempat berpamitan kepada sang ibu untuk merantau mengadu nasib ke Kota Bandung.
Sejak hari itu, ia bak ditelan bumi. Pihak keluarga bahkan sempat menyebarkan pengumuman orang hilang secara masif pada tahun 2020, namun hasilnya tetap nihil.
Anehnya, sejak Aman Yani menghilang, rentetan kejanggalan mulai bermunculan. Adik kandung Aman Yani Uyat Suratman membeberkan bahwa dirinya pernah didatangi seseorang yang memintanya berpura-pura menjadi sosok Aman Yani demi mencairkan dana pensiun, lengkap dengan instruksi memalsukan surat kuasa.
Tak hanya itu, pada 2018, keluarga juga sempat menerima pesan singkat dari orang tak dikenal yang mengaku-ngaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani.
KDM Turun Tangan, Gelar Sayembara Hidup atau Mati
Sengkarut misteri inilah yang memicu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turun tangan secara langsung mengawal kasus ini.
Melalui akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa KDM ini mengunggah momen pertemuannya dengan adik kandung Aman Yani untuk memperlihatkan foto sang buron ke hadapan publik.
"Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," cetus Dedi Mulyadi, Jumat (22/5/2026).
Dedi menyoroti tajam keanehan proses pencairan dana pensiun milik Aman Yani yang diduga dicairkan oleh oknum pengacara bernama Khotibul atas arahan terdakwa Ririn.
Di mana dalam berkas tersebut tertera tanda tangan kuasa Aman Yani, padahal sang pengacara mengaku tidak pernah bertatap muka langsung dengan sang pemberi kuasa.
"Yang pertama apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu ini peristiwa paling aneh," tegas KDM.
Sebagai penutup, KDM meminta Aman Yani segera pulang jika memang masih bernyawa untuk meluruskan titik terang kasus Paoman.
Ia berjanji akan mengganti uang pensiun senilai Rp400 juta yang hilang tersebut menjadi Rp750 juta tunai untuk modal hidup bersama keluarganya di Indramayu.
Namun jika ada pihak lain atau masyarakat yang berhasil melacak keberadaan Aman Yani, hadiah jumbo senilai Rp750 juta tersebut akan diserahkan utuh kepada sang penemu.
"Silakan kembali bawa Pak Aman Yani ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua nanti mudah-mudahan masalah ini harus cepat selesai dan Pak Aman Yani harus ditemukan, hidup ataupun sudah meninggal," pungkas Dedi Mulyadi.