news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Reaksi KDM usai Didesak Hadirkan Mantan Istri dan Anak Aman Yani di Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan mengundang mantan istri & anak Aman Yani guna sikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:20 WIB
Reporter:
Editor :

Tidak hanya pertengkaran, KDM juga mendapat beberapa fakta lainnya, seperti keluarga Aman Yani tidak akur dengan mantan istrinya.

Kemudian, KDM terkejut setelah bertanya dengan Titi. Gubernur Jabar itu kaget saat adik Aman Yani menjelaskan bahwa mantan istri dan anak-anak tidak inisiatif mencari keberadaan Aman.

Penjelasan ini yang mendorong KDM ingin bisa berbincang dengan mereka. Ia berharap harapan ini terwujud secepatnya untuk menyelesaikan kasus sadis ini.

"Semoga bisa bertemu dan kita bisa mendengar penjelasan apa yang terjadi dan siapa pun pasti mempunyai kepekaan dan rasa terhadap hilangnya mantan suami, hilangnya seorang ayah bagi anak-anaknya," ucapnya.

Ia meyakini hilangnya Aman Yani pasti menimbulkan keresahan. Sebab, Aman menghilang tanpa meninggalkan jejak apa pun selain urusan terkait dana pensiun.

"Pasti anak-anaknya penasaran dong ayahnya di mana dan kenapa bisa hilang," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, ia memastikan berbagai kotak pandora misteri pelaku pembunuhan ini semakin terang benderang. Pernyataan dari terdakwa Ririn menyebut empat nama lain memudahkan pihak berwenang menyelesaikan kasus tersebut.

"Dengan ucapan itu, kita terbuka bisa mendalami kasusnya Aman Yani. Saya meyakini tidak ada kesulitan yang bisa diatasi mana kala pikiran jernih, hati kita ikhlas untuk mengungkapkan apa itu apa adanya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni terjadi di Jalan Siliwangi 52, Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.

Peristiwa sadis ini membuat lima orang dalam satu keluarga tewas. Mereka terdiri dari Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), RK (7), dan bayi berusia 8 bulan.

Peristiwa ini terungkap berawal dari kecurigaan teman terdekat Euis yang tidak bisa menghubungi korban. Hal itu membuat warga menggeledah rumahnya sehingga menemukan lima jenazah satu keluarga tertumpuk dalam satu lubang yang sama.

Polisi awalnya mengira kasus ini perkara polemik rental mobil. Seiring berjalannya waktu, pihak Kepolisian berhasil meringkus dua orang yang kini menjadi terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan.

Dalam hasil sidang lanjutan yang terbaru, terdakwa Priyo membantah dirinya membunuh seluruh korban. Ia hanya membantu untuk menguburkan jenazah korban.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:47
02:02
05:02
04:25
04:34
06:21

Viral