news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Reaksi KDM usai Didesak Hadirkan Mantan Istri dan Anak Aman Yani di Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan mengundang mantan istri & anak Aman Yani guna sikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:20 WIB
Reporter:
Editor :

Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menjawab tuntutan publik. Ia didesak untuk menghadirkan keluarga Aman Yani untuk menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.

KDM memahami keresahan dari publik. Desakan itu berangkat dari kasus pembunuhan menimpa keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu dinilai semakin banyak drama.

KDM juga mengetahui dari hasil beberapa sidang lanjutan terdakwa dan keterangan saksi terkait perkara pembunuhan keluarga. Hal ini membuat kasus tersebut semakin rumit.

KDM memastikan dirinya akan mengundang mantan istri Aman Yani, Saminah dan anak-anaknya. Tujuannya tak lepas untuk memberikan keterangan baru terkait penyelesaian perkara ini.

"Banyak yang menyampaikan agar saya bertemu dengan istri dan anak-anaknya. Saya mengatakan bahwa, saya berusaha untuk bisa bertemu dengan istri dan anak-anaknya," ujar KDM dalam keterangan melalui Instagram pribadinya dikutip, Sabtu (23/5/2026).

Kenapa KDM Didesak Undang Mantan Istri dan Anak Aman Yani?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bertemu dengan pihak keluarga Aman Yani, sosok yang disebut terdakwa menjadi pelaku kasus pembunuhan Haji Syahroni sekeluarga di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

KDM menjawab desakan ini lantaran dari hasil beberapa fakta terbaru terkait kasus pembunuhan tersebut. Hal ini mengingat nama Aman Yani diseret oleh terdakwa Ririn Rifanto.

Seusai persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu pada bulan lalu, Ririn menyebut ada empat nama lain terlibat kasus ini. Adapun yang menjadi dalang utamanya adalah Aman Yani.

Pernyataan itu mendorong adik Aman Yani, Titi dan kuasa hukum keluarga memberikan banyak kesaksian baru. Berdasarkan pengakuan dari sang adik, Aman Yani telah menghilang sejak awal 2016. 

Keberadaannya yang masih misteri membuat perkara ini semakin rumit dan hanya jalan di tempat.

Selain itu, perjalanan menghilangnya Aman Yani memicu banyak kejanggalan, seperti pencairan dana pensiun digasak oleh terdakwa Ririn hingga dugaan keterlibatan pada kasus ini.

Menariknya, kabar Aman Yani menghilang secara misterius membuat rumah tangganya dengan Saminah hancur lebur. Hal ini mendorong kekasihnya menggugat cerai pensiunan perbankan tersebut.

"Bukan istri sih ya tapi mantan istri walaupun perceraiannya terjadi bukan yang karena pertengkaran tapi Aman Yani yang tidak pulang. Akhirnya terjadi gugatan perceraian," terang Dedi Mulyadi.

Tidak hanya pertengkaran, KDM juga mendapat beberapa fakta lainnya, seperti keluarga Aman Yani tidak akur dengan mantan istrinya.

Kemudian, KDM terkejut setelah bertanya dengan Titi. Gubernur Jabar itu kaget saat adik Aman Yani menjelaskan bahwa mantan istri dan anak-anak tidak inisiatif mencari keberadaan Aman.

Penjelasan ini yang mendorong KDM ingin bisa berbincang dengan mereka. Ia berharap harapan ini terwujud secepatnya untuk menyelesaikan kasus sadis ini.

"Semoga bisa bertemu dan kita bisa mendengar penjelasan apa yang terjadi dan siapa pun pasti mempunyai kepekaan dan rasa terhadap hilangnya mantan suami, hilangnya seorang ayah bagi anak-anaknya," ucapnya.

Ia meyakini hilangnya Aman Yani pasti menimbulkan keresahan. Sebab, Aman menghilang tanpa meninggalkan jejak apa pun selain urusan terkait dana pensiun.

"Pasti anak-anaknya penasaran dong ayahnya di mana dan kenapa bisa hilang," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, ia memastikan berbagai kotak pandora misteri pelaku pembunuhan ini semakin terang benderang. Pernyataan dari terdakwa Ririn menyebut empat nama lain memudahkan pihak berwenang menyelesaikan kasus tersebut.

"Dengan ucapan itu, kita terbuka bisa mendalami kasusnya Aman Yani. Saya meyakini tidak ada kesulitan yang bisa diatasi mana kala pikiran jernih, hati kita ikhlas untuk mengungkapkan apa itu apa adanya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni terjadi di Jalan Siliwangi 52, Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.

Peristiwa sadis ini membuat lima orang dalam satu keluarga tewas. Mereka terdiri dari Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), RK (7), dan bayi berusia 8 bulan.

Peristiwa ini terungkap berawal dari kecurigaan teman terdekat Euis yang tidak bisa menghubungi korban. Hal itu membuat warga menggeledah rumahnya sehingga menemukan lima jenazah satu keluarga tertumpuk dalam satu lubang yang sama.

Polisi awalnya mengira kasus ini perkara polemik rental mobil. Seiring berjalannya waktu, pihak Kepolisian berhasil meringkus dua orang yang kini menjadi terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan.

Dalam hasil sidang lanjutan yang terbaru, terdakwa Priyo membantah dirinya membunuh seluruh korban. Ia hanya membantu untuk menguburkan jenazah korban.

Priyo mengungkapkan bahwa pelaku utama adalah Ririn. Sementara, empat nama lain yang salah satunya ada Aman Yani merupakan karangan untuk mengaburkan fakta kasus ini.

Priyo juga menceritakan kronologi pembunuhan yang sebenarnya. Akan tetapi, pihak Ririn melalui kuasa hukumnya, Toni RM membantah pernyataan dari terdakwa Priyo yang menyebut kliennya membunuh keluarga Haji Sahroni.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:47
02:02
05:02
04:25
04:34
06:21

Viral