- Tangkapan Layar TikTok
Usai Video ‘A Day in My Life’ Viral, Polisi Ungkap Dua Pemerannya Dinyatakan Mengidap HIV
Anggi menjelaskan sistem tersebut menggunakan akses terbatas. Konten tidak dapat dilihat secara bebas karena hanya anggota tertentu yang memperoleh akses setelah melakukan pembayaran.
“(Bayar Rp 150 ribu) per akses. Jadi mereka itu kan konsepnya adalah membuat di salah satu platform social media yang sifatnya eksklusif, hanya dapat diakses ketika dia (pembeli) mentransfer atau membayar biaya aksesnya,” kata Anggi.
Dengan pola tersebut, polisi menduga aktivitas pembuatan konten telah menghasilkan keuntungan hingga belasan juta rupiah.
Penyidik juga masih mendalami jumlah anggota grup, transaksi yang telah dilakukan, serta bagaimana konten tersebut didistribusikan melalui media sosial.
- Tangkapan layar instagram metrobogor
Polisi Dalami Produksi Konten Sejak Juli
Kasus ini bermula dari video “A Day in My Life” yang beredar dan menjadi perhatian publik. Polisi kemudian menelusuri identitas orang-orang yang berada dalam rekaman hingga mengamankan MR dan MA.
Dalam pendalaman perkara, polisi menemukan bahwa video yang viral tersebut diduga bukan satu-satunya konten yang dibuat keduanya.
Kasat Reskrim Polres Bogor sebelumnya mengatakan terdapat sekitar 20 video yang disebut telah diproduksi sejak Juli 2026.
“Terkait dengan video tersebut, itu adalah satu dari setelah dilakukan pendalaman satu dari 20 video yang sudah mereka berdua buat. Dan mereka sudah melakukan aktivitas perekaman ataupun produksi itu sejak bulan Juli 2026,” ujar Anggi.
Lokasi produksi juga disebut tidak hanya berada di Kabupaten Bogor. Polisi menyebut beberapa wilayah lain, termasuk Jakarta dan Depok.
“Adapun dari video yang mereka buat, itu mereka melakukan perekaman di berbagai tempat. Tidak terbatas hanya di Bogor, di daerah Leuwiliang, tapi juga di Jakarta, kemudian Depok,” kata Anggi.
MR dan MA kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan.
Dengan demikian, perkara yang awalnya mencuat akibat satu video viral berkembang menjadi penyelidikan terhadap dugaan produksi dan distribusi sejumlah konten.
Polisi juga mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan kedua tersangka setelah penangkapan, sementara proses penyidikan terhadap aktivitas produksi dan penjualan konten tersebut masih berlangsung. (udn)